Beritakota.id, Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) terus memperkuat fondasi bisnisnya di tengah perubahan industri otomotif, jasa keuangan, dan mobilitas yang berlangsung cepat. Melalui berbagai strategi ekspansi, digitalisasi, hingga penguatan aspek keberlanjutan, perusahaan optimistis mampu menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan pelanggan.

Komitmen tersebut disampaikan manajemen MPM Group dalam kegiatan Media Gathering 2026 yang digelar di Jakarta. Acara yang dikemas melalui kegiatan olahraga padel bersama media ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk memaparkan arah pengembangan bisnis di berbagai lini usaha.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan daya beli dan perubahan perilaku konsumen, MPM Group memilih fokus pada penguatan kualitas pertumbuhan dibanding mengejar ekspansi agresif semata.

Baca juga: MPMX Bagikan Dividen Jumbo Rp451,8 Miliar, Yield Capai 16 Persen

Pada bisnis distribusi dan ritel sepeda motor, MPMulia dan MPMMotor diarahkan untuk meningkatkan kualitas penjualan unit, memperkuat layanan purna jual, serta menjaga produktivitas operasional. Strategi tersebut dinilai penting untuk mempertahankan daya saing di tengah ketatnya kompetisi industri roda dua nasional.

Perseroan juga terus mendorong efisiensi operasional agar profitabilitas dapat terjaga secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional.

Timor Leste Jadi Pasar Baru yang Menjanjikan

Salah satu langkah ekspansi yang menjadi perhatian adalah penetrasi pasar Timor Leste melalui MPMulia.

Sejak memulai operasional pada Mei 2025, MPMulia telah menghadirkan empat jaringan resmi Honda di Kota Dili hingga April 2026. Seluruh jaringan tersebut melayani penjualan kendaraan sekaligus layanan purna jual.

Manajemen melihat Dili sebagai pusat aktivitas ekonomi yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Fokus saat ini adalah memperkuat jaringan yang telah terbentuk sebelum melakukan perluasan lebih lanjut.

Ekspansi ini menjadi salah satu strategi diversifikasi pasar di luar Indonesia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan grup dalam beberapa tahun mendatang.

Asuransi Dorong Produk yang Lebih Relevan

Di sektor asuransi, MPMInsurance mengadopsi strategi diversifikasi portofolio untuk menjaga ketahanan bisnis.

Perusahaan menilai kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan aset dan mobilitas terus meningkat. Karena itu, MPMInsurance memperkuat produk perlindungan kendaraan roda dua dengan pilihan yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan konsumen.

Selain pengembangan produk, perusahaan juga mempercepat transformasi digital guna mempermudah akses layanan asuransi bagi pelanggan.

Mulai dari pencarian informasi, proses layanan hingga interaksi nasabah dirancang menjadi lebih cepat dan praktis melalui berbagai kanal digital.

MPMRent Bidik Sektor Mineral dan Migas

Sementara itu, lini bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent terus mengincar sektor-sektor bernilai tinggi seperti pertambangan mineral, minyak dan gas, serta jasa profesional.

Untuk meningkatkan efisiensi, perusahaan melakukan optimalisasi operasional melalui penguatan workshop, pengelolaan suku cadang yang lebih efektif, serta migrasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP).

Menariknya, MPMRent juga mulai mengembangkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi green mobility.

Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara biaya operasional.

Bisnis Mobil Bekas Diperluas

Pada segmen mobil bekas, AUKSI melanjutkan ekspansi bisnis secara terukur.

Perseroan menargetkan perluasan layanan dari tiga lokasi menjadi 15 lokasi dengan memanfaatkan jaringan cabang MPMRent sebagai basis operasional baru.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan volume kendaraan yang dilelang, memperluas jumlah peserta lelang, sekaligus memperkuat penetrasi pasar mobil bekas yang masih menunjukkan prospek pertumbuhan positif.

Pembiayaan Fokus pada Kualitas Portofolio

Di sektor jasa keuangan, JACCS MPM Finance Indonesia melanjutkan program pemulihan dan penguatan bisnis melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan risiko yang lebih disiplin, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Keberlanjutan Jadi Strategi Jangka Panjang

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, MPM Group juga terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi perusahaan.

Group Chief Financial Officer MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan setiap lini bisnis didorong untuk memiliki fondasi yang kuat agar mampu bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Di tengah dinamika pasar yang terus berkembang, fokus kami adalah memastikan setiap lini bisnis memiliki fondasi yang semakin kuat untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Beatrice.

Menurutnya, penguatan kapabilitas operasional, kedekatan dengan pelanggan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar menjadi kunci penting dalam menjaga daya saing perusahaan.

MPM Group juga menilai media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap perkembangan dunia usaha. Karena itu, perusahaan berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan strategi yang berfokus pada ekspansi terukur, digitalisasi, efisiensi operasional, serta keberlanjutan, MPM Group optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan lanskap industri otomotif dan mobilitas nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *