Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) telah menyelesaikan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di 30 provinsi. Sejumlah fasilitas tersebut dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kawasan perbatasan guna mendukung pemerataan layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan SPPG merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Menurut Dody, penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian PU. Dalam proses tersebut, Kementerian PU bertugas melakukan survei kesiapan lahan dan pembangunan fasilitas sesuai target yang telah ditetapkan.

“Penentuan titik lokasi dilakukan bersama Kemendagri dan BGN. Awalnya memang diarahkan untuk wilayah 3T, namun ada juga yang dibangun di kawasan perbatasan dan wilayah lainnya sesuai kebutuhan program,” ujar Dody dalam Media Briefing Update Infrastruktur di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, dari total 222 SPPG yang telah dibangun, sekitar 10 hingga 20 unit berada di kawasan 3T. Selain itu, beberapa fasilitas juga dibangun di wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk memperluas jangkauan layanan program.

Saat ini, seluruh bangunan telah rampung dan tengah memasuki tahap serah terima kepada BGN. Sebelum dimanfaatkan secara penuh, setiap fasilitas akan menjalani proses pemeriksaan untuk memastikan kesiapan operasional.

“Hari ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Kepala BGN ingin mengecek satu per satu sebelum diterima. Namun secara keseluruhan pembangunan sudah selesai,” katanya.

Baca juga: Kementerian PU Percepat Program Prioritas Presiden 2026, Sekolah Rakyat dan Irigasi Catat Progres Positif

Pembangunan SPPG di kawasan perbatasan antara lain dilakukan di PLBN Wini dan PLBN Motamasin. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di daerah perbatasan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara merata.

Dody menjelaskan, Kementerian PU membangun dua tipe gedung SPPG sesuai jumlah penerima manfaat. Untuk kapasitas di bawah 1.000 penerima manfaat, bangunan memiliki ukuran sekitar 10 x 15 meter. Sementara untuk kapasitas 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, dibangun gedung berukuran sekitar 20 x 20 meter.

Setiap SPPG tidak hanya dilengkapi dapur utama, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang seperti area pencucian bahan makanan dan peralatan, gudang penyimpanan, sistem penyediaan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), ruang panel kelistrikan, tempat pembuangan sampah sementara, hingga generator set (genset).

Menurut Dody, penyediaan fasilitas pendukung tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan operasional dapat berjalan secara optimal serta memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Untuk yang melayani lebih dari 1.000 sampai 3.000 penerima manfaat, bangunannya berukuran 20 x 20 meter. Selain itu kami lengkapi dengan genset, pengolahan air limbah, dan sistem penyediaan air minum sehingga operasional dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kementerian PU berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh BGN untuk memperluas cakupan layanan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil, kawasan 3T, dan daerah perbatasan negara. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *