Beritakota.id, Jakarta – Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap Wilayah I di Gedung UT Convention Center (UTCC), Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2026). Ribuan lulusan dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri mengikuti prosesi wisuda yang menjadi momentum lahirnya sumber daya manusia unggul dan adaptif.

Peserta wisuda berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Banda Aceh, Medan, Batam, Serang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Jakarta, Surakarta, Malang, Majene, Gorontalo, hingga perwakilan mahasiswa dari luar negeri.

Prosesi wisuda dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka Periode 2025–2030, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Hadir pula Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), Nyimas Dewi Ratih Kamil, jajaran pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Pertamina, serta sejumlah pejabat dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Kehadiran para tokoh tersebut mempertegas peran Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan berkualitas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan global.

Salah satu wisudawan yang mencuri perhatian adalah Imam Pesuwaryantoro, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi. Perjalanannya menjadi bukti bahwa kuliah sambil bekerja bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, bahkan hingga tingkat internasional.

Dalam keterangannya kepada media usai prosesi wisuda, Imam mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya.

“Wisuda ini bukan sekadar gelar akademik, tetapi bukti bahwa kerja keras, keuletan, dan konsistensi mampu membawa kita pada titik keberhasilan. Saya percaya bahwa komunikasi strategis dan keberlanjutan bukan hanya konsep, melainkan jalan hidup yang harus terus diperjuangkan. Semoga perjalanan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak pernah menyerah dalam meraih mimpi,” ujar Imam.

Di balik toga yang dikenakannya, Imam menempuh perjalanan yang tidak mudah. Selama menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, ia membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan.

Ia bekerja di Plasticpay, perusahaan sosial yang bergerak di bidang pengelolaan sampah plastik berbasis insentif melalui teknologi Reverse Vending Machine (RVM). Di saat yang sama, Imam juga menjalankan berbagai aktivitas wirausaha sebagai pengemudi ojek online, konsultan media, serta mengelola bisnis rumah kos berkapasitas 12 kamar.

Semangat pantang menyerah tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti mengejar pendidikan maupun mengembangkan karier.

Baca juga: Lulusan Universitas Terbuka Raih Juara Internasional di Tokyo, Imam Pesuwaryantoro Harumkan Nama Indonesia

Di luar aktivitas akademik dan profesionalnya, Imam juga aktif mengikuti berbagai forum kepemudaan dan inovasi.

Ia berhasil meraih Juara I The Best Youth Innovation Speakup Forum dalam ajang Japan International Youth Innovation Summit (JIYIS) 2025 di Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, ia juga memperoleh penghargaan The Best Team pada 1st Youth Environmental Festival 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkat gagasan inovatif mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah.

Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Imam juga mengembangkan dunia kewirausahaan melalui pendirian Platform Jasa Media Rilis (Media Agency), sebuah layanan publikasi media yang menyediakan distribusi siaran pers, corporate branding, serta kampanye komunikasi strategis.

Menariknya, ide membangun platform tersebut berawal dari tugas mata kuliah Teknik Public Relations pada semester tujuh dan delapan di Universitas Terbuka.

Melalui proses tersebut, Imam terbiasa menyusun siaran pers, membangun jejaring dengan lebih dari 100 media massa dan media digital, serta melakukan pengukuran Public Relations Value (PR Value) terhadap publikasi yang dihasilkan.

Menurutnya, perpaduan antara strategi bisnis dan kreativitas komunikasi mampu menciptakan nilai tambah bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas hingga pelaku UMKM.

Selain berkiprah di bidang komunikasi dan keberlanjutan, Imam juga dipercaya menjabat sebagai Country Director Indonesian Global Network of Political Leaders, organisasi yang berkantor pusat di Washington D.C., Amerika Serikat, sejak 16 Mei 2024.

Jejaring tersebut menghimpun para pemimpin muda dari berbagai negara yang memiliki perhatian terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), isu keberlanjutan, dan gerakan kepemudaan global.

Momentum wisuda Universitas Terbuka tahun ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sistem pembelajaran yang fleksibel mampu melahirkan lulusan yang tetap produktif di dunia kerja, aktif berwirausaha, serta berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Kisah Imam Pesuwaryantoro menjadi inspirasi bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian bermimpi dapat membuka jalan menuju prestasi, sekaligus membuktikan bahwa kuliah sambil bekerja bukanlah hambatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *