Beritakota.id, Jakarta – PT BPR Daya Perdana Nusantara (BPR Perdana) resmi menjalin kerja sama strategis dengan hearLIFE Indonesia untuk menghadirkan solusi pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan alat bantu dengar maupun implan rumah siput (cochlear implant). Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hachi Garden, Jakarta, Rabu (8/7).
Kolaborasi ini memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah, fleksibel, dan terjangkau bagi pasien hearLIFE Indonesia, sehingga mereka dapat memperoleh perangkat kesehatan pendengaran tanpa harus menunda penanganan akibat keterbatasan biaya.
Direktur Utama BANK BPR PERDANA, Ricardo Simatupang, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah membantu dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan pembiayaan untuk meningkatkan kesehatannya, khususnya yang berkaitan dengan gangguan pendengaran. Kami ingin masyarakat yang selama ini mengalami kendala pendanaan dapat memperoleh solusi melalui fasilitas pembiayaan dari BPR Perdana,” ujar Ricardo.
Menurut Ricardo, kebutuhan pembiayaan implan pendengaran masih sangat besar karena biaya pemasangan perangkat tersebut dapat mencapai ratusan juta rupiah dan belum sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan maupun sebagian besar perusahaan asuransi.
“Biaya implan pendengaran bisa mencapai lebih dari Rp150 juta. Nilai tersebut tentu tidak mudah dipenuhi sekaligus oleh sebagian besar masyarakat. Selain itu, pembiayaan alat seperti ini umumnya belum masuk dalam cakupan BPJS maupun sebagian besar asuransi kesehatan. Di sinilah peran perbankan untuk membantu,” katanya.
Ricardo menegaskan fasilitas yang diberikan berupa kredit atau pembiayaan, bukan produk asuransi.
“Ini adalah pengajuan kredit. Seperti pembiayaan pada umumnya, tentu ada proses analisis kelayakan dan jaminan untuk memastikan dana masyarakat yang kami salurkan dapat kembali sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai bank yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia, BANK BPR PERDANA ingin menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan solusi finansial yang inklusif.
“Kemitraan ini merupakan wujud komitmen BANK BPR PERDANA untuk menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan, termasuk kesehatan pendengaran, tidak seharusnya terhambat oleh keterbatasan akses pembiayaan,” tutur Ricardo.
Dalam skema kerja sama tersebut, calon pasien tidak mengajukan pembiayaan secara langsung ke BANK BPR PERDANA. Seluruh pasien akan melalui proses seleksi dan rekomendasi dari hearLIFE Indonesia sebelum dilakukan analisis kredit oleh pihak bank sesuai prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Direktur hearLIFE Indonesia, K. Eramolik Hurint, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan pendengaran berstandar internasional.
“Pasien yang telah melalui proses kandidasi dan dinyatakan membutuhkan implan, namun terkendala pembiayaan, akan kami rekomendasikan kepada BPR Perdana untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari hearLIFE Group yang beroperasi di 10 negara dan memiliki jaringan layanan di 15 kota di Indonesia, hearLIFE menghadirkan teknologi terkini serta tenaga profesional di bidang kesehatan pendengaran.
Menurut Eramolik, kebutuhan terhadap layanan implan pendengaran di Indonesia masih sangat tinggi.
“Jika melihat angka kelahiran, sekitar 4 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran. Namun, jumlah yang berhasil memperoleh implan pendengaran masih sangat kecil. Artinya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan ini,” katanya.
Baca juga: OJK Cabut Izin Usaha 20 BPR dan BPRS Sepanjang 2024
Ia menjelaskan tindakan implan sebaiknya dilakukan sejak usia dini.
“Kalau kita bicara implan pendengaran, sebenarnya ada golden age. Sebaiknya dilakukan pada anak usia di bawah tiga tahun karena hasilnya lebih optimal. Namun bukan berarti di atas usia tiga tahun tidak bisa dilakukan, hanya saja hasilnya mungkin tidak sebaik jika dilakukan lebih dini,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, hearLIFE berharap semakin banyak masyarakat dapat memperoleh alat bantu dengar maupun implan rumah siput pada waktu yang tepat sehingga kualitas hidup dan kemampuan berkomunikasi mereka meningkat.
“Kami percaya setiap individu berhak memperoleh akses terhadap teknologi pendengaran terbaik. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat memperoleh alat bantu dengar maupun implan rumah siput pada waktu yang tepat,” ujar Eramolik.
Untuk tahap awal, hearLIFE menargetkan pembiayaan dapat dimanfaatkan oleh sekitar enam hingga sepuluh pasien hingga akhir tahun.
“Kami ingin sebanyak mungkin pasien terbantu. Untuk tahap awal, kami optimistis bisa mencapai sekitar enam sampai sepuluh pasien hingga akhir tahun,” katanya.
Sementara itu, Direktur Bisnis BANK BPR PERDANA, Ricko Rahmadi, menjelaskan fasilitas pembiayaan diberikan dengan tenor hingga lima tahun.
“Kami telah menyepakati tenor pembiayaan hingga lima tahun. Kriteria pasien tetap berdasarkan rekomendasi dari hearLIFE, kemudian kami melakukan proses analisis sesuai ketentuan perbankan,” ujarnya.
Menurut Ricko, nilai pembiayaan akan disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan dan kemampuan finansial masing-masing pasien.
“Harga perangkat implan cukup beragam, mulai sekitar Rp150 juta hingga Rp900 juta. Besaran cicilan akan disesuaikan dengan kemampuan finansial pasien agar pembiayaan tetap sehat dan terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengajuan kredit rata-rata memerlukan waktu sekitar tujuh hingga sepuluh hari kerja, bergantung pada kelengkapan dokumen.
“Selama pasien menjalani pemeriksaan medis, penjadwalan rumah sakit hingga persiapan operasi, kami memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan analisis kredit. Dengan begitu, ketika jadwal operasi telah ditetapkan, pembiayaan juga sudah siap dicairkan,” jelas Ricko.
Melalui kemitraan ini, BANK BPR PERDANA dan hearLIFE Indonesia berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan pendengaran yang berkualitas. Sinergi antara pengalaman global hearLIFE dan kekuatan lokal BANK BPR PERDANA diharapkan mampu menghadirkan solusi kesehatan pendengaran yang semakin inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (***)

