Beritakota.id, Jakarta – Pelita Air menghadirkan semangat “Terang Kala Pelita” melalui pementasan Musikal Senja Teduh Pelita, sebuah teater musikal adaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials yang dipersembahkan oleh Jakarta Movin bersama Indonesia Kaya. Pertunjukan ini mengangkat kisah tentang harapan, keluarga, serta perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
Musikal tersebut dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 3–12 Juli 2026, dengan menghadirkan pengalaman teater musikal yang memadukan seni, musik, dan pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Musikal Senja Teduh Pelita mengisahkan perjalanan sembilan anak yang berusaha membangun kembali kehidupan setelah dunia dilanda krisis lingkungan, konflik, dan perubahan zaman.
Dipimpin tokoh Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, mereka membentuk Pasukan Pelita untuk mencari harapan baru sekaligus menemukan makna keluarga, keberanian, dan kepedulian terhadap masa depan bumi.
Bagi Pelita Air, cerita tersebut mencerminkan nilai yang diusung perusahaan, yakni bahwa setiap perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan kesempatan untuk membangun hubungan antarmanusia dan membawa harapan baru.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Pelita Air juga menghadirkan in-flight music Terang Kala Pelita versi Jakarta Movin yang akan menemani perjalanan penumpang hingga 1 Agustus 2026.
Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengatakan seni pertunjukan memiliki kekuatan untuk menghubungkan berbagai generasi sekaligus menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.
“Kami percaya seni pertunjukan mampu menghadirkan ruang untuk berdialog, merasakan, dan bertumbuh bersama. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Produser sekaligus Sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan bahwa pertunjukan ini lahir dari interpretasi atas lirik dan semesta musikal MALIQ & D’Essentials yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita adalah semesta yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ & D’Essentials. Kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan,” kata Nuya.
Sebanyak hampir 20 lagu MALIQ & D’Essentials dihadirkan dalam pertunjukan ini, di antaranya Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan, Pulang, hingga sejumlah lagu dari album Begini Begitu.
Baca juga: Libur Sekolah Jadi Momentum Pelita Air dan Patra Hotels Perkuat Layanan Wisata
Mewakili MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja mengatakan musikal tersebut memberikan kehidupan baru bagi karya-karya band tersebut.
“Lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tetapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru,” ujarnya.
Pementasan ini melibatkan 32 pemeran, termasuk 11 aktor anak, serta didukung sekitar 200 insan kreatif.
Pertunjukan dikemas dengan tata panggung modern yang memadukan projection mapping, multimedia, laser, tata musik orkestra langsung oleh Wishnu Dewanta Orchestra, hingga teknik puppetry yang menghadirkan satwa-satwa Indonesia ke atas panggung.
Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman teater musikal yang imersif bagi penonton dari berbagai kalangan.
Sejalan dengan tema yang diangkat, Musikal Senja Teduh Pelita juga menggandeng Remind Indonesia dalam kampanye pengelolaan sampah elektronik.
Selama periode pementasan, penonton dapat membawa sampah elektronik seperti telepon genggam, headset, kabel, maupun perangkat elektronik kecil lainnya untuk didaur ulang secara bertanggung jawab.
Nuya Susantono berharap pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk memikirkan masa depan bumi.
“Kami berharap setiap orang pulang dari pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan hati dan pikiran kita,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pelita Air berharap setiap perjalanan dapat menjadi pengalaman yang menginspirasi, mempererat hubungan antarkeluarga, sekaligus menumbuhkan optimisme terhadap masa depan.
Musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket pertunjukan tersedia melalui situs web maupun aplikasi Tiket.com. (***)

