Beritakota.id, Bandung – Sebanyak 40 jurnalis yang tergabung dalam Sindikasi Media Network (SMN) mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung proses pengembangan pesawat karya anak bangsa saat mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Selasa (14/7/2026). Kegiatan media gathering tersebut merupakan hasil kolaborasi PTDI bersama ARTOTEL Suites Aquila Bandung.

Kunjungan ini memberikan pengalaman bagi para jurnalis untuk melihat dari dekat fasilitas produksi, hanggar perakitan pesawat, hingga perkembangan industri dirgantara nasional yang menjadi salah satu sektor strategis Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, PTDI juga memperkenalkan Edutainment Factory Tour, sebuah program wisata edukasi berbasis teknologi yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Bandung.

Tim Corporate Communication dan Corporate Social Responsibility (CSR) PTDI menjelaskan, perusahaan yang berdiri sejak 1976 itu memiliki empat lini bisnis utama, yakni Aircraft Manufacturing, Aerostructure, Aircraft Services, dan Engineering Services. Keempat sektor tersebut menjadi fondasi PTDI dalam memperkuat industri dirgantara nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri penerbangan global.

Selama hampir lima dekade beroperasi, PTDI telah mengekspor berbagai produk dirgantara ke 14 negara. Pesawat CN235 telah diproduksi lebih dari 70 unit, sedangkan NC212 telah mencapai lebih dari 480 unit dan digunakan di berbagai negara. PTDI hingga kini menjadi satu-satunya produsen yang masih memproduksi kedua jenis pesawat tersebut.

Selain mempertahankan produk unggulan, PTDI juga terus mengembangkan N219, pesawat hasil rancangan insinyur Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 44,69 persen.

Saat ini, N219 telah memperoleh kontrak pengadaan enam unit untuk TNI Angkatan Darat. Pengembangannya terus dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkutan penumpang dan logistik, medical evacuation, penerjunan pasukan, hingga pengawasan maritim. PTDI juga tengah mengembangkan varian N219 Amphibious yang mampu beroperasi di daratan maupun perairan.

Manager Institutional Relation and Corporate Communication PTDI, Adi Prastowo, mengatakan kemajuan industri dirgantara nasional tidak terlepas dari kemitraan strategis dengan perusahaan penerbangan global.

“Kami telah bekerja sama dengan Airbus hampir 50 tahun dan Bell Textron sekitar 40 tahun. Untuk helikopter, PTDI memproduksi struktur badan pesawat di Indonesia, kemudian dikirim ke Airbus untuk pemasangan sistem dan mesin sebelum kembali ke PTDI untuk proses penyesuaian, finishing, dan diserahkan kepada pelanggan,” ujar Adi.

Baca juga: SMN Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Kolaborasi Antar Media

Selain mengembangkan industri dirgantara, PTDI juga membuka akses kepada masyarakat melalui program Edutainment Factory Tour yang telah berjalan selama sekitar tiga tahun.

Melalui program ini, pengunjung dapat melihat secara langsung proses produksi pesawat, hanggar perakitan, serta berbagai teknologi yang dikembangkan PTDI.

Menurut Adi, tujuan utama program tersebut bukan sekadar mengenalkan industri penerbangan, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda untuk berkarier di sektor dirgantara.

“Kami berharap setelah berkunjung ke PTDI, anak-anak memiliki cita-cita menjadi pilot, insinyur, maupun profesi lain di industri penerbangan. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui Edutainment Factory Tour,” katanya.

Program ini mendapat dukungan Pemerintah Kota Bandung dan telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bertema kedirgantaraan. Kunjungan umum dibuka setiap akhir pekan dengan harga tiket sekitar Rp40 ribu per orang, sedangkan kunjungan edukasi bagi pelajar SMA dan perguruan tinggi dilaksanakan setiap hari Jumat secara gratis melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTDI.

Dalam sesi diskusi bersama media, Adi menjelaskan PTDI juga terus mengoptimalkan aset perusahaan melalui pengembangan sektor non-core business, salah satunya Edutainment Factory Tour. Meski kontribusi finansialnya belum signifikan, program tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan industri dirgantara kepada masyarakat sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata edukasi.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pariwisata, PTDI menjalin kolaborasi dengan ARTOTEL Suites Aquila Bandung. Melalui kerja sama tersebut, tamu hotel memperoleh voucher kunjungan ke Edutainment Factory Tour sehingga dapat menikmati pengalaman wisata yang memadukan sektor perhotelan dengan edukasi teknologi.

Bagi Sindikasi Media Network, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pesawat karya anak bangsa diproduksi dan dikembangkan. Diharapkan, publikasi yang dihasilkan para jurnalis dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai kemajuan industri dirgantara Indonesia sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap inovasi teknologi yang lahir dari dalam negeri.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *