Beritakota.id, Jakarta – Industri kegiatan luar ruang (outdoor) di Indonesia dinilai memasuki babak baru seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas berbasis pengalaman. Tidak lagi sekadar hobi, kegiatan outdoor kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) yang membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, olahraga, hingga industri kreatif.
Melihat potensi tersebut, PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo) resmi meluncurkan Explorex 2027, sebuah platform berbasis pengalaman (experience-driven platform) yang akan mempertemukan pelaku industri, komunitas, praktisi, akademisi, investor, dan pemerintah dalam satu ekosistem.
Peluncuran Explorex 2027 berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (14/7), dengan dukungan berbagai kementerian, lembaga, komunitas, dan pelaku industri outdoor nasional.
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan Explorex dirancang bukan sekadar menjadi ajang pameran, melainkan menghadirkan pengalaman menyeluruh melalui aktivitas darat, laut, dan udara.
“Kalau dulu outdoor hanya identik dengan hobi, sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena itu kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, bukan sekadar expo, tetapi sebuah pengalaman yang mempertemukan industri, komunitas, destinasi, hingga masyarakat dalam satu perjalanan,” ujar Vibiadhi.
Explorex 2027 Hadirkan Pengalaman Outdoor Terintegrasi
Explorex 2027 akan diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, yang dipilih karena memiliki fasilitas berstandar internasional untuk mendukung berbagai atraksi outdoor.
Pengunjung nantinya tidak hanya dapat melihat produk-produk terbaru dari industri outdoor, tetapi juga menikmati beragam demonstrasi teknologi, simulasi aktivitas alam bebas, airshow, hingga berbagai pengalaman interaktif lainnya.
Menurut Vibiadhi, Explorex juga mengusung misi membangun ekosistem industri outdoor nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kompetensi, dan pengembangan sistem sertifikasi.
“Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara dalam aspek sertifikasi maupun kompetensi. Kami berharap Explorex dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat industri outdoor agar mampu bersaing secara global,” katanya.
Targetkan 10.000 Pengunjung dan 200 Exhibitor
Pada penyelenggaraan perdananya, Explorex menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan dengan menghadirkan lebih dari 200 exhibitor.
Sekitar 70 persen peserta berasal dari dalam negeri, sedangkan 30 persen lainnya berasal dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, China, Australia, India, hingga sejumlah negara Eropa.
Vibiadhi menegaskan kehadiran peserta internasional bukan untuk mendominasi pasar domestik, melainkan menjadi ruang pertukaran inovasi dan teknologi bagi pelaku industri Indonesia.
“Kami ingin produk-produk lokal semakin berkembang. Teknologi dari luar bisa menjadi inspirasi, tetapi kami berharap merek Indonesia menjadi pemain utama di pasar sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, penyelenggara belum menetapkan target nilai transaksi maupun harga tiket masuk karena masih memprioritaskan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi industri outdoor nasional.
PIK 2 Disiapkan Jadi Destinasi Outdoor Baru
Managing Director PT Industri Pameran Nusantara, Ryan Adrian, menilai Explorex hadir di saat minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengalaman terus meningkat.
Menurutnya, Explorex akan menjadi wadah yang menghubungkan bisnis, komunitas, edukasi, inovasi, hingga investasi dalam satu ekosistem.
“Kami optimistis Explorex dapat berkembang menjadi salah satu pameran outdoor terbesar di Indonesia. Ini bukan sekadar event, tetapi sebuah pengalaman,” katanya.
Ryan menjelaskan, NICE PIK 2 memiliki fasilitas yang memungkinkan penyelenggaraan berbagai simulasi kegiatan outdoor, seperti mountaineering, climbing, hingga simulasi search and rescue (SAR).
Kawasan tersebut juga didukung sekitar 7.700 area parkir, akses langsung ke jalan tol, jarak kurang dari 10 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta layanan transportasi umum yang memudahkan akses pengunjung.
Selain menghadiri pameran, pengunjung juga dapat menikmati berbagai destinasi wisata di kawasan PIK 2, mulai dari wisata kuliner, pantai, marina, hingga akses menuju Kepulauan Seribu. (Adang Sumarna)

