Beritakota.id, Jakarta – Dompet Dhuafa Aceh bersama Baitul Mal Kabupaten Simeulue kembali menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui Program Khitan Anak Ceria yang berlangsung pada 8–15 Juli 2026. Selama delapan hari pelaksanaan, sebanyak 422 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simeulue mendapatkan layanan khitan modern secara gratis.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya. Pada 2025, Khitan Anak Ceria berhasil melayani 455 anak. Keberlanjutan program ini menjadi wujud komitmen kedua lembaga dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak di wilayah kepulauan.

Pembukaan kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Simeulue Barat dihadiri Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi sinergi antara Dompet Dhuafa Aceh dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue yang menghadirkan layanan kesehatan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.

Selama pelaksanaan program, tim medis Dompet Dhuafa Aceh menerapkan metode khitan modern yang minim nyeri, minim perdarahan, serta mempercepat proses penyembuhan. Metode ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih nyaman sehingga anak-anak dapat segera kembali beraktivitas.

Program Khitan Anak Ceria tahun ini juga menghadirkan kisah yang menginspirasi. Di antara ratusan penerima manfaat, terdapat beberapa anak mualaf yang mengikuti program sebagai bagian dari penyempurnaan syariat setelah memeluk agama Islam. Selain itu, seorang mualaf berusia 22 tahun juga menjalani proses khitan sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya.

Pimpinan Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, mengatakan program Khitan Anak Ceria merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan akses.

Baca juga: Gaza Memasuki 1.000 Hari Konflik, Dompet Dhuafa Perkuat Misi Kemanusiaan untuk Palestina

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan Khitan Anak Ceria bersama Baitul Mal Kabupaten Simeulue. Sebanyak 422 anak telah menerima layanan khitan modern secara gratis. Program ini bukan hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Rizki Fauzan.

Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat untuk dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata.

“Program ini merupakan amanah dari para muzaki yang kami kelola dan salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Aceh, kami berharap dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Simeulue,” katanya.

Supriadi berharap sinergi antara Baitul Mal Kabupaten Simeulue dan Dompet Dhuafa Aceh terus diperkuat agar semakin banyak program kemanusiaan dan kesehatan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Simeulue.

Keberhasilan pelaksanaan Khitan Anak Ceria 2026 juga didukung Pemerintah Kabupaten Simeulue, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, relawan, serta berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian, Dompet Dhuafa Aceh bersama Baitul Mal Kabupaten Simeulue berharap Program Khitan Anak Ceria dapat terus menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Simeulue. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *