Beritakota.id, Jakarta – Pendidikan inklusif masih menjadi tantangan di Indonesia. Banyak anak penyandang disabilitas yang belum memperoleh akses memadai terhadap fasilitas belajar, pendampingan, hingga layanan terapi. Padahal, pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, sejumlah anggota Grup MIND ID mengembangkan program pendidikan inklusif di wilayah operasional masing-masing. Melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga layanan terapi, program ini bertujuan membuka kesempatan belajar yang lebih setara bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Salah satu program dijalankan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia ANTAM melalui Program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur. Selama satu tahun, enam anak penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan intensif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kepercayaan diri.
Program tersebut dilengkapi berbagai fasilitas belajar, seperti laptop, ruang belajar yang nyaman, serta sarana penunjang lainnya. Para peserta juga memperoleh pelatihan keterampilan menjahit dan menyablon hingga mampu menghasilkan produk secara mandiri, seperti tas dan tempat pensil.
Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Rata-rata kemampuan kognitif peserta meningkat antara 80 hingga 90 persen selama mengikuti program. Selain itu, sejumlah peserta juga berhasil menorehkan prestasi di bidang olahraga, di antaranya empat anak meraih juara taekwondo dan dua anak menjadi juara renang.
Thomas Hatmadi, orang tua salah satu peserta, mengatakan perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada kemampuan belajar anaknya, tetapi juga meningkatnya rasa percaya diri.
“Dulu anak saya minder dan rendah diri karena memiliki keterbatasan terkait sekolah formalnya. Berkat pendampingan dari ANTAM, sekarang dia lebih aktif berkegiatan, tidak lagi merasa minder, dan Alhamdulillah berhasil menjadi juara Taekwondo Championship dari Dankbrimob,” ujarnya.
Baca juga: MIND ID dan Bukit Asam Gelar Program Relawan Bakti BUMN
Komitmen menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif juga dilakukan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), perusahaan mengembangkan PAUD INATA menjadi ruang belajar yang menyediakan layanan pendidikan gratis dan bersubsidi bagi 50 balita dari keluarga prasejahtera.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui peresmian Rumah Inklusi Smart Kids pada November 2025. Fasilitas ini menjadi pusat terapi pertama di Kabupaten Batu Bara yang memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas. Kehadirannya memudahkan keluarga memperoleh layanan terapi tanpa harus pergi ke daerah lain.
Selain mendukung tumbuh kembang anak, keberadaan PAUD INATA dan Rumah Inklusi Smart Kids juga membantu para orang tua, khususnya pedagang di sekitar kawasan pasar, agar tetap dapat bekerja tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan anak.
Salah seorang penerima manfaat, Kalimadew, yang sehari-hari berdagang di Pasar Delima, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran kedua fasilitas tersebut.
“Kehadiran PAUD dan Rumah Inklusi ini sangat meringankan saya karena anak saya yang penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis tanpa saya harus khawatir saat sedang berjualan,” katanya.
Program yang dijalankan ANTAM dan INALUM menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya sebatas menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung anak penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, anggota Grup MIND ID terus berupaya memperluas akses pendidikan, pendampingan, dan layanan yang lebih setara agar semakin banyak anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan menatap masa depan. (***)

