Beritakota.id, Jakarta – Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappé menutup kiprahnya di Piala Dunia FIFA 2026 dengan meraih penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot) sebagai pencetak gol terbanyak turnamen. Penyerang Real Madrid itu mengoleksi 10 gol dari delapan pertandingan yang dijalani bersama Les Bleus.
Meski sukses menjadi top skor, pencapaian individu tersebut belum mampu menghapus kekecewaan Mbappé setelah Prancis gagal melangkah ke partai final dan harus puas mengakhiri turnamen di luar perebutan gelar juara.
Torehan 10 gol membawa Mbappé masuk dalam daftar elite pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Jumlah gol tersebut menyamai rekor legenda Jerman Gerd Müller, yang juga mencetak 10 gol saat menjadi top skor Piala Dunia 1970.
Dengan pencapaian itu, Mbappé menjadi pemain pertama dalam 56 tahun terakhir yang mampu mencetak dua digit gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Baca Juga: Gol Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Sepanjang sejarah turnamen, hanya empat pemain yang pernah mencapai catatan tersebut, yaitu:
- Just Fontaine (Prancis) – 13 gol (1958)
- Sándor Kocsis (Hungaria) – 11 gol (1954)
- Gerd Müller (Jerman Barat) – 10 gol (1970)
- Kylian Mbappé (Prancis) – 10 gol (2026)
Prestasi tersebut semakin mempertegas posisi Mbappé sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Piala Dunia.
Top Skor Meski Prancis Gagal ke Final
Mbappé memastikan gelar pencetak gol terbanyak saat memperkuat Prancis menghadapi Inggris dalam laga perebutan peringkat ketiga.
Ia mencetak dua gol pada pertandingan tersebut, namun Les Bleus harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6.
Sebelumnya, langkah Prancis terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan Spanyol, yang kemudian keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Spanyol Juara, De Margo Tutup Nobar Piala Dunia 2026 Meriah
“Saya Lebih Memilih Bermain di Final”
Usai pertandingan, Mbappé mengaku penghargaan Sepatu Emas tetap menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, ia menegaskan bahwa bermain di final dan membawa negaranya bersaing memperebutkan gelar juara jauh lebih berarti dibandingkan penghargaan individu.
“Ketika Anda mencetak begitu banyak gol di Piala Dunia, tentu itu membawa Anda ke level yang berbeda. Tetapi saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak dan bisa bermain di final,” ujar Mbappé.
Pemain berusia 27 tahun itu juga mengakui bahwa penghargaan tersebut akan menjadi bagian penting dalam warisan kariernya, meski saat ini kegagalan membawa Prancis ke final masih menjadi penyesalan terbesar.
“Penghargaan ini tentu akan menjadi bagian dari warisan karier saya ketika pensiun nanti. Namun, saat ini yang paling saya pikirkan adalah kami gagal mencapai final,” katanya.
Perjalanan Menuju Sepatu Emas
Mbappé tampil konsisten sejak fase grup hingga babak akhir turnamen.
Ia membuka turnamen dengan dua gol ke gawang Senegal, kemudian kembali mencetak dua gol saat menghadapi Irak.
Ketajamannya berlanjut di babak 32 besar melalui dua gol ke gawang Swedia.
Selanjutnya, Mbappé masing-masing mencetak satu gol saat menghadapi Paraguay dan Maroko pada fase gugur, sebelum menambah dua gol lagi pada laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Konsistensi tersebut mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Perkuat Status sebagai Penyerang Elite Dunia
Dengan koleksi 10 gol di Piala Dunia 2026, Mbappé kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.
Produktivitasnya di level internasional terus menjadi faktor penting bagi Timnas Prancis dalam beberapa edisi turnamen besar.
Selain mengukir rekor baru, pencapaian tersebut semakin memperkaya daftar prestasi individu Mbappé di panggung sepak bola dunia.

