Beritakota.id, Yogyakarta – PT Munja Utama Indonesia (Munja) meraih Pimred Award 2026 dari Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, inovasi, serta kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan industri karoseri kendaraan pemadam kebakaran nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Festival 3 Tahun Forum Pimred Multimedia Indonesia di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Penghargaan diterima langsung oleh CEO PT Munja Utama Indonesia, Robertus B. Berot.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah Munja sebagai perusahaan nasional yang terus memperkuat daya saing industri karoseri melalui inovasi produk, pengembangan sumber daya manusia, serta ekspansi pasar domestik dan internasional.

Baca Juga: Nasir Djamil Raih Pemred Award 2026, Tekankan Pers Harus Kembali ke Rakyat dan Awasi Kekuasaan

Robertus mengatakan perusahaan berkomitmen mempertahankan standar kualitas melalui pembaruan sertifikasi internasional, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan investasi pada fasilitas pengujian.

“Kami terus menjaga standar internasional dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Pembaruan sertifikasi dan investasi fasilitas uji menjadi prioritas agar produk kami tetap memenuhi kebutuhan pelanggan tanpa mengorbankan mutu,” ujarnya.

Beroperasi di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Munja mengembangkan merek MUNJAFIRE yang memproduksi berbagai kendaraan khusus, seperti fire truck, fire ladder, airport crash tender, rescue truck, water cannon, ambulance, hingga kendaraan pendukung penanggulangan bencana lainnya.

Baca Juga: Intip Karoseri Suzuki Carry Yang Warnai Angkot di Jakarta

Produk-produknya dirancang mengacu pada standar internasional, termasuk penggunaan pompa pemadam yang memenuhi spesifikasi National Fire Protection Association (NFPA).

Komitmen terhadap mutu juga diperkuat melalui berbagai sertifikasi, antara lain ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, IATF 16949:2016 (compliance), serta keanggotaan NFPA 1901. Sertifikasi tersebut diperbarui secara berkala sebagai bagian dari sistem pengendalian kualitas perusahaan.

Di bawah kepemimpinan Robertus Berot, Munja menerapkan strategi bisnis yang mengedepankan inovasi, sinergi antartim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan industri. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas pangsa pasar perusahaan, termasuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, BUMN, hingga pasar ekspor.

Menurut Robertus, transformasi berkelanjutan menjadi kunci menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika industri manufaktur.

“Inovasi, investasi, dan optimalisasi sumber daya harus berjalan beriringan agar perusahaan mampu terus tumbuh dan menjawab kebutuhan pasar,” katanya.

Ke depan, Munja menargetkan penguatan kapasitas produksi, pengembangan produk yang lebih inovatif, serta perluasan penetrasi pasar internasional. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan industri manufaktur nasional melalui produk karoseri kendaraan pemadam kebakaran yang memenuhi standar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *