Beritakota.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah laut barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada Senin pagi (8/6/2026). Guncangan kuat dirasakan di sedikitnya 17 wilayah yang tersebar di Sulawesi dan Maluku Utara, membuat masyarakat di sejumlah daerah berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan episentrum berada di laut pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 47 kilometer, sehingga getarannya dirasakan cukup luas hingga menjangkau beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia.
Baca juga: Gempa Hokaido, KBRI Belum Terima Laporan WNI Jadi Korban
Guncangan Terkuat Terjadi di Morotai dan Halmahera Utara
BMKG mencatat intensitas gempa terkuat mencapai skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa wilayah.
Daerah yang merasakan guncangan paling kuat meliputi:
- Morotai (IV MMI)
- Halmahera Utara (IV MMI)
- Toli-Toli (IV MMI)
Pada skala IV MMI, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Sejumlah benda ringan berpotensi bergoyang dan jendela maupun pintu dapat bergetar.
Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara merasakan guncangan pada intensitas III-IV MMI.
Baca juga: BMKG Ungkap 13 Titik Zona Megathrust di Indonesia dengan Potensi Gempa Dahsyat
Gempa Terasa hingga Manado, Ternate dan Palu
Selain wilayah yang berada dekat dengan pusat gempa, getaran juga dirasakan masyarakat di sejumlah kota dan kabupaten lainnya.
BMKG mencatat daerah yang turut merasakan gempa antara lain:
- Batang Dua (III MMI)
- Ternate (III MMI)
- Halmahera Barat (III MMI)
- Gorontalo (III MMI)
- Halmahera Selatan (III MMI)
- Halmahera Timur (III MMI)
- Parigi Moutong (III MMI)
- Manado (III MMI)
- Minahasa (III MMI)
- Palu (III MMI)
- Bitung (III MMI)
- Bolaang Mongondow Timur (III MMI)
- Halmahera Tengah (III MMI)
Pada skala III MMI, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.
Warga yang berada di wilayah pesisir dan daerah yang merasakan guncangan kuat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan aparat setempat.
Aktivitas Sesar dan Cincin Api Pasifik
Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas kegempaan tertinggi di dunia karena berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik utama dunia atau yang dikenal sebagai Ring of Fire (Cincin Api Pasifik).
Posisi geografis tersebut membuat wilayah Indonesia rentan mengalami gempa bumi baik yang berasal dari aktivitas sesar aktif maupun subduksi lempeng di dasar laut.
Para ahli mengingatkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko ketika terjadi bencana gempa bumi.

