Beritakota.id, Tangerang – Semarak Grand Final Putri Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (Putri WITT 2026) bukan sekadar ajang pemilihan duta, melainkan panggung lahirnya suara baru generasi muda dalam mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa asap rokok.
Digelar di Hotel Sheraton Bandara City pada Selasa (28/4/2026), malam puncak ini mengusung tema “Cantik, Cerdas, Sehat Tanpa Tembakau” yang menjadi pesan kuat bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.
Ajang ini merupakan inisiatif dari Wanita Indonesia Tanpa Tembakau, organisasi yang telah berdiri sejak 1995 dan konsisten mendorong gaya hidup sehat serta pemberdayaan perempuan Indonesia. Memasuki usia ke-31 tahun, WITT terus memperkuat perannya melalui edukasi dan kampanye sosial yang menyasar generasi muda.
Founder WITT, Dewi Motik Pramono, menegaskan bahwa semangat gerakan hidup sehat tanpa rokok tetap relevan hingga kini.
“Kepada para pemenang, saya titipkan untuk rutin turun ke sekolah, berdialog dengan siswa tentang hidup sehat tanpa asap rokok. Ini bukan soal melarang, tetapi membangun kesadaran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari bahaya rokok, yang dinilai dapat menjadi pintu masuk berbagai risiko kesehatan dan penyalahgunaan zat adiktif.
Ketua Umum WITT, Yanti Heru, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi bagian dari regenerasi gerakan.
“Ini bukan kontes kecantikan semata, tetapi ruang bagi generasi muda untuk menjadi mitra dalam menyuarakan hidup sehat tanpa rokok,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Rina Ciang, yang menilai perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan adalah tiang kehidupan. Dari mereka, edukasi dan perubahan bisa dimulai,” ujarnya, seraya menyoroti meningkatnya tren merokok dan penggunaan vape di kalangan anak muda.
Malam grand final Putri WITT 2026 menghadirkan delapan finalis terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari sejumlah tokoh publik, di antaranya Oki Asokawati dan Vena Melinda, dengan mempertimbangkan aspek penampilan, kecerdasan, karakter, serta komitmen terhadap kampanye kesehatan.
Vena Melinda menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kesehatan dengan pendekatan yang lebih relevan.
“Kita tidak melarang, tapi menunjukkan bahwa anak muda tetap bisa tampil keren tanpa rokok dan vape. Keteladanan dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perokok pasif menjadi kelompok paling rentan terdampak, sehingga kampanye ini perlu terus diperluas.
Adapun hasil Grand Final Putri WITT 2026 menetapkan:
- Juara 1: Keisha Rochelline Simorangkir
- Juara 2: Athaya Sabina Deyna
- Juara 3: Nazwa Aulia Nursyifa
Sementara itu:
- Harapan 1: Cardia Abigail Edorose Wadoe
- Harapan 2: Sabrina Feyla Anggita
- Harapan 3: Madina Mazaya S
Penghargaan khusus:
- Juara Persahabatan: Dhita Amelia Putri
- Juara Favorit: Syarifah Ashila Shofia Naoura Al Jufrie
Dengan terpilihnya para pemenang, WITT berharap gerakan hidup sehat tanpa tembakau semakin meluas, khususnya di kalangan generasi muda. Ajang ini diharapkan menjadi katalis lahirnya agen perubahan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan kesehatan bangsa. (***)

