Beritakota.id, – Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu (11/03/2026), mendekati level $5.210 per ons, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya. Penguatan ini terutama dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat pelaku pasar global kembali mencari aset lindung nilai (safe haven).
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Selasa menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan paling intens sejauh ini terhadap Iran. Washington menegaskan operasi militer tersebut akan terus berlanjut hingga Republik Islam Iran dianggap tidak lagi menjadi ancaman. Pernyataan ini mencerminkan nada yang lebih agresif dibandingkan komentar sebelumnya dari Presiden Donald Trump, yang sempat memberi sinyal bahwa konflik bisa segera mereda.
Baca juga : Harga Emas Antam Naik ke Rp3.047.000 per Gram Pagi Ini, Buyback Ikut Menguat
Situasi semakin memperkeruh sentimen pasar setelah muncul pesan yang saling bertentangan dari pejabat pemerintah AS. Gedung Putih menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak mengawal sebuah kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, membantah unggahan media sosial Menteri Energi AS Chris Wright yang kemudian dihapus. Ketidaksinkronan informasi tersebut menambah ketidakpastian di pasar energi dan keuangan global.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Inflasi diperkirakan masih berada jauh di atas target bank sentral, bahkan sebelum eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah terjadi.
Kondisi tersebut membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve semakin berkurang. Saat ini para trader hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini, sebuah perubahan signifikan dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga yang masih relatif tinggi menjadikan emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai. Selama risiko global tetap tinggi, logam mulia ini diperkirakan akan terus menjadi fokus utama investor di pasar keuangan internasional. (Lukman Hqeem)

