Beritakota.id, Jakarta – PT Rans Entertaimen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang berada di bawah ekosistem bisnis Raffi Ahmad, resmi mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Pencatatan saham ini menjadi salah satu IPO paling menyita perhatian pasar modal Indonesia karena didukung tingginya minat investor sejak masa penawaran umum.

RANS melepas sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan menetapkan harga final Rp170 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana segar dalam jumlah signifikan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pengembangan ekosistem digital berbasis intellectual property (IP).

Antusiasme pasar terhadap saham RANS terlihat dari tingginya partisipasi investor. Hingga menjelang pencatatan perdana, tercatat lebih dari satu juta Single Investor Identification (SID) mengikuti penawaran saham perusahaan tersebut. Angka itu menjadikan IPO RANS sebagai salah satu penawaran saham yang paling banyak menarik perhatian investor ritel di pasar modal Indonesia.

Baca juga: RANS Resmi Jadi Emiten BEI, Ini Valuasi, Harga Saham, dan Komposisi Pemegang Saham

Di balik perusahaan ini, nama Raffi Ahmad tetap menjadi figur sentral. Setelah IPO, Raffi masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 62,93 persen. Selain Raffi, sejumlah tokoh nasional turut tercatat sebagai pemegang saham, di antaranya Nagita Slavina, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, hingga Kaesang Pangarep, meski dengan porsi kepemilikan yang relatif kecil.

Dari sisi valuasi, RANS menawarkan Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 28,33 kali dan Price to Book Value (PBV) sebesar 5,03 kali. Perseroan menilai valuasi tersebut masih kompetitif karena didukung model bisnis yang mengandalkan pengelolaan konten digital berbasis IP serta kekuatan talenta yang memiliki jangkauan audiens sangat luas.

Model bisnis tersebut menjadi salah satu daya tarik utama RANS di mata investor. Perusahaan tidak hanya bergerak di bidang hiburan, tetapi juga membangun ekosistem media digital, produksi konten, manajemen talenta, hingga berbagai lini usaha kreatif yang terus berkembang seiring meningkatnya konsumsi konten digital di Indonesia.

Pencatatan saham RANS juga menutup rangkaian IPO yang berlangsung sepanjang awal Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia. Kehadiran emiten baru dari sektor media dan hiburan ini dinilai menambah pilihan investasi bagi pelaku pasar yang ingin masuk ke industri ekonomi kreatif dan digital.

Dengan dana hasil IPO, RANS berencana memperkuat ekspansi bisnis, meningkatkan kapasitas produksi konten, memperluas portofolio intellectual property, serta mengembangkan kolaborasi strategis di berbagai sektor industri kreatif. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan di tengah pertumbuhan industri digital nasional yang terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *