Beritakota.id, Jakarta — Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan pengalaman edukatif melalui instalasi “Journey into Sustainability” dalam rangkaian ARTCYCLE di ASHTA District 8.
Berlangsung pada 17 April hingga 17 Mei 2026, program ini mengajak publik menelusuri “perjalanan sampah” dari aktivitas konsumsi sehari-hari hingga potensi daur ulangnya. Instalasi ini juga mengangkat realita pengelolaan limbah di Indonesia, termasuk gambaran kondisi di Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir sampah terbesar di wilayah Jakarta.
Melalui pendekatan visual dan interaktif, pengunjung diajak memahami bahwa sampah bukanlah akhir dari siklus, melainkan awal dari peluang baru. Berbagai material seperti banner, tekstil, plastik, hingga limbah organik ditampilkan dalam proses transformasi menjadi produk bernilai guna.
Salah satu daya tarik utama adalah instalasi berbahan Tyvek yang menyerupai lanskap Bantar Gebang dalam bentuk kanopi bergelombang. Visual ini menjadi simbol tumpukan sampah sekaligus potensi tersembunyi yang dapat diolah melalui konsep ekonomi sirkular.
CEO Liberty Society, Tamara Gondo, menegaskan bahwa instalasi ini bertujuan membangun kesadaran publik terhadap pengelolaan limbah.
“Melalui Journey into Sustainability, kami ingin menunjukkan bahwa limbah memiliki potensi jika dikelola dengan tepat, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam solusi berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, CEO & Founder MOP Beauty, Tasya Farasya, menekankan pentingnya menghadirkan praktik keberlanjutan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: IYSF 2025: Dorong Anak Muda Untuk Hidup Berkelanjutan
“Kami ingin sustainability terasa lebih dekat dan praktis. Langkah kecil dari setiap individu dapat membentuk masa depan industri kecantikan yang lebih bertanggung jawab,” katanya.
COO MOP Beauty, Brena Dwita Budiarti, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan, termasuk melalui fasilitas dropbox untuk pengumpulan limbah yang akan dikelola bersama Rekosistem.
Instalasi ini dirancang sebagai ruang edukasi interaktif. Pengunjung dapat mengeksplorasi proses daur ulang di area Upcycled Museum, serta berpartisipasi langsung di Repair Station dengan mempersonalisasi tote bag menggunakan aksesori ramah lingkungan.
Pesan keberlanjutan juga diperkuat melalui instalasi Tree of Hope, di mana pengunjung dapat menuliskan harapan mereka untuk bumi. Selain itu, tersedia area Photo Moment berbasis moss dan fasilitas Dropbox Station untuk memilah sampah, termasuk kolaborasi dengan IEMAHKAI untuk pengelolaan plastik, botol, dan kertas.
Sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular, area Product Pop-Up menampilkan berbagai produk hasil kolaborasi dengan green startup, termasuk “Pohon Seduh” bersama LindungiHutan. Setiap pembelian turut berkontribusi pada program penanaman pohon.
Tak hanya itu, 10% dari total penjualan selama acara akan disalurkan ke Liberty Society Foundation untuk mendukung pelatihan dan pemberdayaan perempuan, membuka peluang ekonomi bagi komunitas marginal.
Rangkaian ARTCYCLE juga mencakup sesi panel edukatif dan Gathering Night yang digelar pada 22 April 2026 bertepatan dengan Hari Bumi, sebagai momentum memperkuat kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.
Melalui “Journey into Sustainability”, Liberty Society dan MOP Beauty menegaskan bahwa transisi menuju masa depan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi industri kreatif dan kecantikan di Indonesia untuk mengadopsi model bisnis sirkular yang inklusif dan berdampak nyata. (***)

