Beritakota.id, Tangerang – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perumahan modern Graha Raya, berdiri sebuah masjid dengan arsitektur yang memikat sekaligus sarat nilai budaya. Masjid Hayya ‘Alal-Falah yang berada di Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini tampil berbeda dengan konsep bangunan Joglo khas Jawa yang dihiasi ukiran kayu bernilai seni tinggi.

Sekilas, masjid ini lebih menyerupai bangunan tradisional Jawa daripada masjid modern pada umumnya. Pilar-pilar kayu kokoh menopang struktur bangunan, sementara detail ukiran khas Jepara menghiasi berbagai sudut interior dan eksterior, menciptakan suasana yang hangat, teduh, sekaligus artistik bagi para jamaah.

Masjid Hayya ‘Alal-Falah dibangun atas inisiatif dan pembiayaan pribadi H. Pujiyono, S.Pd., seorang tokoh pendidikan sekaligus pendiri lembaga pendidikan Practical Education Center (PEC). Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar lima tahun hingga akhirnya dapat berdiri megah dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat ibadah.

Nama “Hayya ‘Alal-Falah” sendiri diambil dari salah satu seruan dalam adzan yang bermakna “marilah menuju kemenangan.” Filosofi tersebut menggambarkan harapan agar masjid ini menjadi tempat yang membawa keberkahan, kedamaian, serta kemajuan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Selain menjadi tempat shalat berjamaah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Mulai dari pengajian, kajian keislaman, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, hingga kegiatan kemasyarakatan yang memperkuat ukhuwah di lingkungan sekitar.

Di tengah dominasi bangunan modern, kehadiran masjid dengan konsep arsitektur tradisional seperti ini menghadirkan nuansa berbeda. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Hayya ‘Alal-Falah juga menjadi simbol perpaduan antara nilai religius, seni budaya Nusantara, serta kepedulian sosial dari para dermawan yang ingin berkontribusi bagi umat.

Kini, masjid tersebut perlahan menjadi salah satu hidden gem religi di Graha Raya Tangerang, tempat di mana keindahan arsitektur tradisional bertemu dengan ketenangan spiritual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *