Beritakota.id, Jakarta – Program pengembangan mahasiswa Novo Club yang diinisiasi ParagonCorp terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Program ini menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi mahasiswa di Indonesia mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
Dikenal sebagai perusahaan di balik brand seperti Wardah, Make Over, Emina, dan Kahf, ParagonCorp menghadirkan Novo Club sebagai program jangka panjang untuk membangun ekosistem pengembangan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Memasuki Batch 4, program yang resmi dibuka pada 25 April 2026 ini telah menarik minat lebih dari 176.000 mahasiswa, dengan total pendaftar sejak awal mencapai lebih dari 180.000 peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Ambon.
Novo Club dirancang bukan sekadar program pelatihan, melainkan ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi, merealisasikan ide, hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan program ini terlihat dari meningkatnya jumlah partisipasi serta proyek inovatif yang dihasilkan setiap batch.
Bahkan, program ini juga pernah mendapatkan pengakuan nasional melalui rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Salah satu peserta, Annisa Nur Apriati, mengungkapkan bahwa Novo Club memberikan lebih dari sekadar peningkatan keterampilan teknis.
“Program ini tidak hanya memberikan skill, tetapi juga melatih cara berpikir, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Mengelola proyek bukan sekadar menyusun konsep, tetapi belajar beradaptasi dan menyelesaikan masalah di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Jangkau 8 Negara, ParagonCorp Lewat Wardah dan Kahf Gelar Gerakan Ramadan Global
Perempuan yang akrab disapa Sasa tersebut juga menekankan bahwa pengalaman di Novo Club membentuk mahasiswa menjadi individu yang siap menghadapi tantangan dunia nyata.
Dalam program ini, peserta mengikuti berbagai inisiatif seperti Novo Mentorship, yang memberikan pengalaman praktik langsung bersama mentor profesional, serta Global Webinar, yang membuka wawasan terkait karier internasional dan peluang beasiswa luar negeri.
“Lewat insight dari para alumni, kami belajar bahwa go global bukan hal mustahil. Semua bisa dipersiapkan dari sekarang dengan strategi yang tepat,” tambahnya.
Berbeda dari program singkat pada umumnya, Novo Club berlangsung selama 1,5 tahun di setiap batch, memungkinkan peserta berkembang dari tahap pembelajar, menjadi kontributor, hingga pemimpin bagi generasi berikutnya.
Di tengah visi besar Indonesia Emas 2045 yang menekankan pentingnya inovasi dan kesiapan kerja generasi muda, Novo Club menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu melampaui sekadar wacana.
Dengan dukungan ekosistem yang tepat, mereka tidak hanya menciptakan ide, tetapi juga mengeksekusinya menjadi proyek nyata yang berdampak luas. Dari sinilah lahir generasi changemakers yang siap membawa Indonesia ke level global. (***)

