Beritakota.id, Sumut – Samosir Music International (SMI) kembali digelar pada 2–4 Juli 2026 dengan mengusung tema “Rising from Disaster”. Menginjak tahun ke-8 penyelenggaraan, SMI 2026 menjadi simbol kebangkitan masyarakat Sumatera, khususnya Tanah Batak, dari berbagai musibah bencana yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.

Tema SMI 2026 Rising from Disaster lahir dari realitas pahit yang dialami masyarakat Pulau Sumatera. Namun dari duka tersebut, tumbuh semangat untuk bangkit bersama. Festival ini ingin menegaskan bahwa harapan tidak pernah padam.

Founder Samosir Music International, Henry Manik, mengatakan pelaksanaan tahun ini membawa pesan yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tema ‘Rising from Disaster’ adalah pesan bahwa kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Kita bangkit, bukan sendiri-sendiri, tapi bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).

Selama tujuh kali pelaksanaan, SMI konsisten menjaga kualitas artistik, manajemen, serta kreativitas program. Upaya tersebut mengantarkan festival ini beberapa kali lolos seleksi ketat Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Bahkan, SMI pernah menempati posisi kedua dalam sepuluh besar event nasional terbaik.

Tahun 2025 menjadi masa jeda yang bermakna. Meski festival tidak digelar, para penggagas mendirikan Yayasan Lestari Budaya Sumatra (YLBS) di Jakarta sebagai fondasi keberlanjutan gerakan budaya ini.

Ketua YLBS, Glenn Biondi Hutajulu, menyampaikan bahwa SMI lahir dari kerinduan perantau Batak terhadap kampung halaman.

“Kami ingin dunia datang ke Samosir, melihat keindahannya, merasakan budayanya, dan percaya bahwa dari sini pun bisa lahir karya besar,” ungkapnya.

Baca juga: Ribuan Keturunan Raja Sitanggang Se-Jabodetabek Berkumpul

SMI 2026 akan menghadirkan konser musik kolaboratif yang melibatkan artis dari Eropa, nasional, dan musisi daerah. Selain pertunjukan musik, festival internasional di kawasan Danau Toba ini juga menghadirkan berbagai program sosial dan budaya.

Beberapa agenda yang akan digelar antara lain:

  • Operasi katarak gratis bagi masyarakat
  • Atraksi budaya melibatkan komunitas lokal
  • Workshop kreatif untuk generasi muda
  • Festival kuliner khas Sumatera
  • Event lari dengan kategori 5K, 10K, dan 21K melintasi Pulau Samosir

Di tengah lanskap megah Danau Toba, SMI ingin membuktikan bahwa seni bukan hanya hiburan, melainkan ruang penyembuhan, solidaritas, serta kebangkitan ekonomi masyarakat.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyampaikan bahwa terpilihnya SMI dalam KEN 2026 merupakan hasil seleksi ketat terhadap lebih dari 500 event dari 38 provinsi.

“Masuknya SMI dalam 125 Karisma Event Nusantara menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu naik kelas menjadi panggung internasional,” ujarnya.

SMI 2026 bukan sekadar festival musik. Ia menjadi cerita tentang pulang, tentang perjuangan, dan tentang bangkit dari luka. Pada 2–4 Juli 2026, Pulau Samosir kembali menjadi titik temu antara tradisi dan modernitas, antara lokal dan global, dalam semangat kebersamaan dan harapan baru. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *