Beritakota.id, Singapura — TikTok mengungkap fakta terbaru mengenai perilaku pengguna digital di Asia Tenggara. Platform video pendek tersebut mencatat masyarakat di kawasan ini memiliki tingkat keterikatan yang sangat tinggi, dengan rata-rata pengguna membuka aplikasi hingga 15 kali dalam sehari.
Data tersebut disampaikan oleh Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee, dalam ajang TikTok Apps Summit 2026 yang berlangsung di Singapura. Menurutnya, tingginya frekuensi akses menunjukkan bahwa TikTok telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna, bukan hanya sebagai media hiburan.
“Pengguna di Asia Tenggara datang ke TikTok berkali-kali dalam sehari. Rata-rata mereka membuka aplikasi sekitar 15 kali setiap hari,” ujar Ng Chew Wee dalam pemaparan pembukaan acara.
Baca juga: KPPU Panggil TikTok dan Tokopedia, Dugaan Monopoli Ekosistem Digital Masuk Tahap Lanjutan
TikTok Tembus 460 Juta Pengguna di Asia Tenggara
Dalam kesempatan tersebut, TikTok juga mengungkap jumlah pengguna yang telah dijangkau di kawasan Asia Tenggara mencapai lebih dari 460 juta pengguna.
Angka itu disebut setara dengan sekitar 81 persen dari total pengguna internet mobile di Asia Tenggara, menjadikan TikTok sebagai salah satu platform digital dengan penetrasi terbesar di kawasan.
Ng Chew Wee mengatakan, ketika sebuah platform mampu menjangkau lebih dari 80 persen pengguna internet mobile, maka secara praktis hampir seluruh ekosistem pengguna digital sudah berada di dalamnya.
“Kami telah mencapai sekitar 81 persen pengguna internet mobile di Asia Tenggara. Ketika Anda sudah mencapai angka 80 persen, secara praktis hampir semua orang ada di TikTok,” katanya.
Besarnya jumlah pengguna tersebut menjadi kekuatan utama TikTok untuk mengembangkan berbagai layanan digital, mulai dari ekosistem kreator, TikTok Shop, hingga solusi pemasaran digital bagi pelaku usaha dan pengembang aplikasi.
Jam 20.00 Jadi Waktu Emas Pengguna TikTok
Selain jumlah pengguna, TikTok juga memaparkan pola konsumsi konten masyarakat Asia Tenggara.
Berdasarkan data internal perusahaan, aktivitas menonton video terjadi sepanjang hari. Namun, peningkatan terbesar terjadi pada periode prime time pukul 17.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Puncak konsumsi video berada sekitar pukul 20.00 malam, ketika mayoritas pengguna telah selesai menjalankan aktivitas utama seperti bekerja, sekolah, maupun kuliah.
Pola tersebut menunjukkan bahwa waktu malam menjadi momen paling potensial bagi kreator konten dan pelaku bisnis untuk menjangkau audiens secara maksimal.
Grafik aktivitas pengguna yang dipaparkan TikTok memperlihatkan jumlah tayangan meningkat sejak pagi, bertahan pada siang hari, lalu mengalami lonjakan signifikan menjelang malam sebelum menurun setelah pukul 22.00.
Perhatian Pengguna Jadi “Mata Uang Baru” di Era Digital
TikTok juga menyoroti perubahan besar dalam industri digital, yakni semakin pentingnya mendapatkan perhatian pengguna.
Perusahaan mengutip riset Kantar Media Reactions 2025 yang menempatkan TikTok sebagai salah satu platform dengan tingkat perhatian pengguna tertinggi atau platform for attention.
Menurut TikTok, persaingan digital saat ini tidak hanya mengenai jumlah pengguna, tetapi bagaimana sebuah platform mampu membuat pengguna kembali dan berinteraksi secara konsisten.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga membuat pembuatan aplikasi dan konten semakin mudah. Namun, tantangan terbesar justru berada pada bagaimana sebuah platform mampu merebut perhatian di tengah membanjirnya pilihan digital.
TikTok Bukan Lagi Sekadar Platform Hiburan
Dengan jumlah pengguna yang besar dan frekuensi akses tinggi, TikTok kini memposisikan diri sebagai ekosistem digital yang menghubungkan kreator, konsumen, bisnis, hingga pengiklan.
Data TikTok Apps Summit 2026 memperlihatkan bahwa perilaku pengguna internet telah berubah. Waktu dan perhatian menjadi aset penting dalam ekonomi digital, sementara platform yang mampu mempertahankan keterlibatan pengguna akan memiliki posisi strategis dalam persaingan teknologi global.

