Beritakota.id, Jakarta – Universitas Sahid bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menggelar seminar internasional bertajuk “Strategic Communication in Strengthening International Trade and Tourism Cooperation” sebagai upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui komunikasi strategis.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7/2026), mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mitra internasional untuk membahas peran komunikasi dalam mendorong perdagangan dan pariwisata di tingkat global.
Seminar yang diselenggarakan oleh Angkatan 35 Program Doktor Ilmu Komunikasi (DIK 35) Universitas Sahid tersebut mengangkat isu bahwa keberhasilan kerja sama internasional saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan investasi, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi yang mampu menciptakan kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menyelaraskan kepentingan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri yang membuka seminar menegaskan bahwa komunikasi strategis menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Menurutnya, komunikasi yang efektif dapat mendorong terbangunnya kerja sama perdagangan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemitraan jangka panjang.
“Komunikasi strategis menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan antarnegara serta memperkuat kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan di tengah perubahan lanskap perdagangan global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Prasetya Yoga Santoso menjelaskan bahwa komunikasi strategis saat ini tidak lagi sekadar menjadi sarana penyampaian informasi.
Dalam keynote speech, ia menegaskan bahwa komunikasi merupakan instrumen utama untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
“Komunikasi strategis harus mampu menciptakan sinergi antarpemangku kepentingan sehingga kebijakan maupun kerja sama internasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Seminar internasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor yang memberikan perspektif mengenai pentingnya komunikasi dalam diplomasi ekonomi.
Baca juga: Universitas Sahid Bentuk Satgas Khusus untuk Cegah Kekerasan di Kampus
Dari pemerintah hadir Basaria Tiara L. Gaol, Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag RI sekaligus mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid.
Perspektif internasional disampaikan Scott McNamara, Penasihat Bidang Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Sementara itu, pengalaman implementasi kerja sama internasional dipaparkan oleh Mohasin Kabir, Country Manager Indonesia Palladium Pty Ltd.
Dari kalangan akademisi hadir Swastiningsih, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional sekaligus mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid.
Diskusi dipandu oleh Yanti Rahminur, Ketua Tim Konten Media Baru RRI Jakarta yang juga merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid.
Dalam diskusi mengemuka pandangan bahwa komunikasi strategis tidak hanya diperlukan pada tahap perundingan antarnegara, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan, menyelaraskan kepentingan para pemangku kepentingan, serta memastikan implementasi kerja sama internasional berjalan efektif.
Para panelis menilai keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya ditentukan oleh isi perjanjian atau kualitas kebijakan yang disepakati, melainkan juga oleh kemampuan seluruh pihak membangun komunikasi yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi internasional dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas peluang perdagangan, meningkatkan investasi, sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata di pasar global.
Melalui seminar internasional ini, Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid, khususnya Angkatan 35 (DIK 35), kembali menegaskan komitmennya menghadirkan forum akademik yang responsif terhadap isu-isu strategis nasional maupun internasional.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu komunikasi, diplomasi ekonomi, serta peningkatan daya saing Indonesia dalam perdagangan dan pariwisata global. (***)

