Beritakota.id, Tangerang Selatan – Universitas Terbuka (UT) Jakarta menggelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahap 1. Jumlah mahasiswa baru yang ikut kegiatan OSMB sebanyak 2.529 mahasiswa.
Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M hadir memberikan motivasi serta pembekalan kepada para mahasiswa baru.
Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si mengatakan OSMB UT Jakarta menjadi simbol dan kick off dari proses pembelajaran di semester 2026-2027 ganjil di Universitas Terbuka.
“OSMB UT Jakarta menegaskan bahwa kita komit dengan komitmen nasional bahwa kita mengakhiri proses belajaran masyarakat baru adalah di tanggal 22 Juli bahkan mendahului beberapa perguruan tinggi lain yang belum menuntaskan seleksi mahasiswa penerimaan mahasiswa mandiri. Kita sudah selesai di tanggal 22 Juli diperkirakan mahasiswa kita ini sedang rekonsiliasi Data kita akan mendapatkan mahasiswa baru sekitar 150-180 ribu mahasiswa dan ini secara reguler kita akan melakukan,” ujar Prof Ali di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Lulusan Universitas Terbuka Raih Juara Internasional di Tokyo, Imam Pesuwaryantoro Harumkan Nama Indonesia
Prof Ali menambahkan bahwa Jakarta adalah barometer dari pendidikan jarak jauh Indonesia karena memiliki 100 ribu mahasiswa.
“Mahasiswa UT Jakarta tidak hanya berasal dari UT Wilayah kabupatem Kota dan Kota Administratif yang ada di DKI Jakarta tapi lebih dari 200 kabupaten seluruh Indonesia bahkan dunia. Ini menunjukkan bahwa UT Jakarta memang menjadi salah satu simbol mahasiswa kita sekitar 7-8% mahasiswa kita terkonsentrasi dilayani oleh UT Jakarta,” tuturnya.

Prof Ali berpesan kepada mahasiswa baru UT untuk menjaga tiga hal utama yaitu integritas, dignity dan reputasi. Tiga hal tersebut merupakan kunci kesuksesan mahasiswa belajar mandiri.
“Ini penting karena kunci mahasiswa belajar mandiri adalah integritas, kalau dia tidak berintegritas maka dalam proses pembelajarannya sejak masuk sampai akhir akan diiringi dan dijalani dengan sikap-sikap curang, sikap-sikap tidak jujur tidak disiplin dan seterusnya. Hal itu musuh utama dari pembelajar mandiri,” kata dia.
“Belajar mandiri harus punya integritas karena hanya dia yang bisa tahu dirinya berbohong atau tidak dan hanya dirinya yang tahu dia jujur atau tidak. Maka mahasiswa UT yang bisa membuktikan dengan disiplin yang tinggi dengan komitmen yang kuat dalam wujud integritas itu maka dia bisa membangun kewibrawaan dirinya, kewibrawaan akademik dan juga kewibrawaan cita-cita dia kemudian juga pada ujungnya dia bisa membangun reputasi baik sebagai mahasiswa maupun sebagai pengabdi sebagai pembangun bangsa,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M menuturkan bahwa UT Jakarta hadir dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
“Allhamdulillah UT Jakarta hadir dan berkontribusi untuk pemajuan bangsa tersebut, untuk memfasilitasi warga negara yang ingin belajar, yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikannya,” kata dia.
Menurutnya mahasiwa UT Jakarta yang jumlah mahasiswanya lebih dari 100 ribu telah menjadi bukti bahwa UT Jakarta berkontribusi dalam pendidikan nasional.
“Apalagi mengingat angka partisipasi kasar atau APK perguruan tinggi, Indonesia itu belum ideal, masih sekitar 24-25 persen. Padahal negara tetangga kita, Malaysia apalagi Singapura sudah 90 persen lebih, apalagi Korea dan sebagainya. Jadi moga-moga UT Jakarta juga bisa berkontribusi terhadap peningkatan angka partisipasi kasar perguruan,” pungkasnya.

