Beritakota.id, Jakarta – BINUS University memegang peranan sentral sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus motor penggerak program “Tendik Berdampak 2026”. Acara yang berlangsung dari 7-9 April 2026 di BINUS University, Jakarta ini berhasil menghimpun 385 tenaga kependidikan (tendik) terbaik dari seluruh Indonesia untuk digembleng dalam workshop dan benchmark yang berfokus pada penguatan kompetensi, terutama di bidang kehumasan strategis.

Program bergengsi ini, yang juga diikuti oleh enam perguruan tinggi negeri unggulan lainnya seperti IPB, UI, UGM, UNAIR, Universitas Sebelas Maret, dan Unpad, mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI. Tujuannya adalah menularkan inspirasi praktik terbaik pengelolaan institusi pendidikan tinggi yang berdampak positif di era digital.

Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro S.E., M.M., Wakil Rektor Bidang Akademik BINUS University, menekankan pentingnya peran tendik.

Baca juga: BINUS University Tuan Rumah Garena Game Jam 3, Cetak Talenta Muda Inovator Game Indonesia

“Penguatan pendidikan tinggi tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada peran strategis tenaga kependidikan sebagai penggerak ekosistem pendidikan. Di era digital, komunikasi bukan lagi fungsi pendukung, melainkan elemen kunci dalam membangun kepercayaan publik dan memastikan institusi tetap relevan serta berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Pendekatan berbasis praktik industri menjadi ciri khas BINUS University dalam menyelenggarakan program ini. Haris Suhendra S.Kom., M.M., Ketua Program Tendik Berdampak 2026, menjelaskan bahwa fokus workshop adalah solusi praktis.

“Sifatnya ini bukan mengajar, tapi mencari problem-problem praktis yang terjadi di lapangan dan bagaimana solusinya, termasuk belajar langsung dengan media,” ungkapnya.

Dengan seleksi ketat dari hampir 2.200 pendaftar modul digital, terpilihnya 385 tendik menunjukkan antusiasme luar biasa untuk terus berkembang.

Program ini dirancang untuk membekali para profesional kehumasan di perguruan tinggi dengan kemampuan mengoptimalkan aset digital, menciptakan konten yang relevan, hingga mahir menangani krisis komunikasi, demi membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *