Beritakota.id, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional melalui dukungan strategis pada gelaran wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025. Turnamen bulu tangkis yang berlangsung dua pekan beruntun pada 11–16 November dan 18–23 November 2025 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, ini tidak hanya menjadi panggung bagi talenta olahraga dunia, tetapi juga menjadi laboratorium ekonomi lokal yang hidup—tempat UMKM, teknologi finansial, dan komunitas olahraga disatukan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Pada event ini, BNI menghadirkan rangkaian kurasi UMKM kuliner yang menjadi representasi wajah ekonomi kreatif Yogyakarta dan sekitarnya. Nama-nama seperti EP Street Food, Dawet Nona Manise, Salad Gurt, Pempek Mang Tri, Nasi Uduk Betawi Apandi, hingga Kuliner Kita menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan pengalaman festival yang memperkaya atmosfer turnamen. Pilihan ini mempertegas langkah BNI untuk memastikan bahwa setiap agenda internasional yang dihelat di tanah air membawa manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

“BNI berharap kehadiran kami dalam turnamen ini dapat menjadi katalis bagi tumbuhnya prestasi olahraga nasional di kancah internasional, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas olahraga,” ujar Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI. Pernyataan tersebut merangkum esensi pendekatan BNI: membangun jembatan antara sport, bisnis, dan pemberdayaan ekonomi.

Baca juga : BNI Sekuritas Raih Dua Penghargaan Internasional Alpha Southeast Asia 2025

Di sisi teknologi, BNI tidak hanya menyediakan sarana transaksi, tetapi secara proaktif membangun ekosistem digital terpadu yang menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi lokal selama turnamen berlangsung. Melalui penerapan QRIS BNI sebagai metode pembayaran tunggal di seluruh area acara, BNI memastikan setiap transaksi—mulai dari pembelian makanan, merchandise, hingga layanan komunitas—dapat dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi, kecepatan real-time, serta biaya efisiensi yang mendukung skala UMKM. Di balik implementasi ini terdapat strategi yang jauh lebih besar: menempatkan UMKM dalam orbit ekonomi digital yang berdaya saing, sekaligus menyediakan data transaksi yang esensial untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha.

Teknologi ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memahami perilaku pasar, ritme transaksi, hingga preferensi konsumen, sesuatu yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh bisnis berskala besar. Dengan demikian, QRIS BNI bukan sekadar alat pembayaran, tetapi platform pemberdayaan yang mendorong UMKM memasuki fase baru: dari ekonomi tradisional menuju ekosistem bisnis berbasis data (data-driven micro enterprise). Efeknya terasa langsung—kecepatan pelayanan meningkat, risiko uang tunai berkurang, dan tercipta pengalaman pelanggan yang lebih rapi serta modern.

Dengan desain event yang holistik, BNI menempatkan Yogyakarta bukan hanya sebagai lokasi penyelenggaraan turnamen internasional, tetapi sebagai laboratorium kolaborasi lintas sektor—tempat olahraga, teknologi finansial, UMKM, dan pariwisata saling meneguhkan. Model ini menjadi contoh bagaimana sebuah institusi keuangan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui pendekatan ekosistem, bukan sekadar sponsorship. Harapannya, dari panggung kelas dunia ini muncul lebih banyak atlet Indonesia yang menembus kancah global, pelaku UMKM yang naik kelas ke rantai nilai internasional, serta komunitas yang semakin resilien menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

BNI, melalui pendekatan inklusif dan digital-forward, ingin memastikan bahwa setiap event internasional di Indonesia menghasilkan legacy ekonomi yang bertahan lama—bukan hanya memori pertandingan, tetapi pertumbuhan nyata yang dirasakan masyarakat. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *