Beritakota.id, Jakarta – Di tengah derasnya arus pencarian akan pengalaman gaya hidup yang semakin selektif dan berkelas, Jakarta kembali menjadi panggung bagi brand global yang ingin merangkul publik urban dengan selera estetika yang terus berkembang. Malam itu, di Mantra—sebuah ruang modern-lifestyle yang kerap menjadi destinasi kreatif favorit para urban tastemakers—sebuah perayaan elegan berlangsung: debut resmi Menier Cognac di Indonesia.
Rumah cognac asal Prancis ini hadir bukan sekadar memperkenalkan produk, melainkan membawa seluruh napas warisannya ke hadapan para tamu. Lebih dari sekadar minuman fine drinking, Menier menawarkan narasi: tentang keluarga, tradisi, craftsmanship, dan cara hidup yang menempatkan estetika serta rasa sebagai wujud seni. Dan Jakarta menyambutnya dengan antusiasme.
Warisan Prancis yang Mendarat dengan Sentuhan Kontemporer
Dari Borderies—salah satu kawasan cognac paling historis di Prancis—rumah Menier lahir melalui dedikasi dua generasi: Jacques Menier dan putranya, Thomas Menier. Keduanya bukan hanya mempertahankan apa yang diwariskan sebelumnya, tetapi menanamkan visi baru tentang bagaimana cognac dapat hidup di masa kini. Filosofi “a legacy on the move” bukan sekadar slogan, tetapi inti dari perjalanan mereka: tradisi yang tidak membeku, melainkan bergerak mengikuti ritme zaman.
Debut Menier di Jakarta dirancang untuk mencerminkan spirit tersebut. Bukan sekadar peluncuran produk, melainkan pengalaman multisensorial: gastronomi, fashion, seni pertunjukan, musik, hingga instalasi visual. Semuanya dijahit dalam satu cerita tentang bagaimana Menier melihat dunia modern—terhubung, ekspresif, dan tetap berakar pada nilai-nilai craftsmanship.
Baca juga : Electricity Connect 2025 Dorong Akselerasi Energi Baru Terbarukan
Sebuah Malam yang Dihidangkan dengan Keanggunan
Lebih dari 100 tamu undangan hadir malam itu: dari media lifestyle, pelaku industri bar dan klub premium, tokoh mode, kreator konten, hingga kolektor dan pencinta cognac. Mereka datang dengan satu ekspektasi—merasakan definisi baru elegansi Prancis melalui lensa Menier.
Ruang Mantra disulap menjadi galeri intim: LED branding dengan estetika kontemporer menyinari sudut ruangan, dinding photowall dirancang sebagai instalasi seni, sementara aroma kayu dan truffle menggantung ringan di udara, mengisyaratkan bahwa malam itu akan bergerak dari keindahan visual menuju keindahan rasa.
Gastronomi yang Menghidupkan Karakter VSOP dan XO
Bagian paling dinantikan dari malam tersebut adalah pairing dinner empat hidangan—ritual gastronomi yang disusun untuk mengungkap karakter dua ekspresi utama Menier: VSOP dan XO.
Malam dibuka dengan smoked salmon salad dan mushroom soup dengan truffle oil. Tekstur lembut salmon dan kedalaman rasa jamur dipadukan dengan Menier VSOP, menghadirkan sentuhan buah yang halus dengan struktur yang elegan. VSOP bukan sekadar pendamping, tetapi aksen yang melengkapi; ia membuat hidangan pertama memiliki kesan pembuka yang berkelas dan ringan.
Hidangan utama, USDA prime sirloin steak dengan chimichurri, adalah panggung sempurna bagi Menier XO—cognac yang memadukan kedalaman, kelembutan, dan karakter velvety yang kompleks. Diikuti chocolate lava cake dengan vanilla ice cream, kombinasi ini mempertegas bagaimana Menier XO dapat bergerak dari tegas menjadi sensual dalam satu rentang rasa.
Lebih dari sekadar dinner, pairing ini seperti dialog terbuka antara gastronomi dan seni distilasi.
Sambutan Keluarga Menier: Warisan yang Bergerak
Di tengah makan malam, Edhi Sumadi, Chief Principal Cognac Menier di Indonesia, memperkenalkan brand ini secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan bagaimana Menier membawa perpaduan warisan klasik dan modernitas ke pasar Indonesia—sebuah pasar dinamis yang kini semakin matang dalam apresiasi fine drinking.
Lalu mikrofon berpindah ke Thomas Menier, sosok muda yang berada di garda depan transformasi brand ini. Ia berbicara tenang, namun dengan nada yang memancarkan kebanggaan akan tradisi keluarga.
“Legacy kami bergerak,” ujarnya. “Ia berakar pada tanah kami, tumbuh melalui perjalanan, dan kini terinspirasi oleh teman-teman baru di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.”
Sementara itu, Jacques Menier—dengan pesona seorang global ambassador yang lahir dari pengalaman panjang—memberikan nuansa emosional pada narasi malam itu. Ia tidak sekadar menjual produk; ia menceritakan rumah, tanah, keluarga, dan tradisi.
“Cognac Menier adalah kisah keluarga kami. Dari Borderies hingga Jakarta, kami bangga berbagi chapter baru ini.”
Ketiganya menciptakan gambaran tentang brand yang hidup—brand yang tidak hanya ingin dikenal, tetapi ingin membangun koneksi.
Seni Pertunjukan: Ketika Cognac Bertemu Gerak dan Cahaya
Setelah dinner, malam memasuki babak visual. Sebuah pertunjukan tari koreografis mengangkat siluet botol Menier sebagai objek artistik. Gerakan fluid dan panggung minimalis mencerminkan filosofi brand: perpaduan antara warisan klasik dan ekspresi seni kontemporer.
Gerak para penari seperti menghidupkan elemen dalam sebotol cognac: kompleksitas, kedalaman, kejernihan, dan harmoni. Ini bukan sekadar pertunjukan; ini adalah interpretasi artistik tentang rasa dan sejarah.
Mode sebagai Bahasa Kedua Menier
Tidak berhenti pada seni pertunjukan, malam dilanjutkan dengan fashion showcase dari Ernesto Abram dan The F Icons. Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan siluet arsitektural, garis tegas, juga gerakan dinamis—sebuah gaya yang menggambarkan modernitas dengan format penuh energi.
Runway malam itu terasa seperti kolaborasi antara Parisian elegance dan Jakarta’s creative pulse. Setiap busana menjadi metafora visual dari filosofi Menier: refined, expressive, dan kontemporer.
Nightlife & Dualitas Menier
Ketika lampu mulai meredup, energy venue berubah. DJ Yasmin dan DJ YB (Reza Arap) membangun ritme elektronik yang membuat Mantra kembali hidup dalam nuansa after-party yang vibrant. Peralihan dari dinner elegan menuju nightlife progresif menegaskan dualitas Menier: sebuah brand yang lahir dari tradisi, namun hidup di kultur modern—terutama kultur urban Jakarta.
Menier Memulai Perjalanannya di Indonesia
Menier kini hadir di Drip Drop Bottleshop dan sejumlah venue premium seperti Izzy Social Club, Vault, Bar Miglia, Bengkel Space, Mantra PIK, dan Che Cohiba Atmosphere, Menier tidak sekadar memasuki pasar Indonesia. Mereka memasuki ekosistem—ekosistem kreatif, sosial, dan lifestyle yang berkembang cepat. Brand ini bukan hanya ditujukan bagi penikmat cognac, tetapi bagi mereka yang merayakan pengalaman, estetika, koneksi, dan interpretasi modern atas heritage. Jakarta—dengan dinamika antara tradisi dan modernitas—menjadi rumah kedua yang sempurna bagi Menier.
Malam itu bukan hanya sebuah peluncuran. Ia adalah sebuah deklarasi: bahwa elegansi, seni, dan kultur dapat berpadu dalam satu gelas cognac—dan Menier ingin mengundang Indonesia untuk menjadi bagian dari kisahnya. (Repoter : Herman Effendi, Editor : Lukman Hqeem)

