Beritakota.id, Tangerang – Mayapada Hospital Tangerang , bagian dari jaringan Mayapada Healthcare  secara resmi menyelenggarakan seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung ke-4, Jumat (12/12). Seremoni ini menandai kesiapan Mayapada Healthcare untuk memperluas kapasitas dan memperkuat layanan kesehatan, khususnya layanan onkologi terpadu, bagi masyarakat Banten dan Jabodetabek.

Acara groundbreaking dipimpin langsung oleh President Commissioner Mayapada Healthcare Jonathan Tahir, President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia, serta Hospital Director Mayapada Hospital Tangerang dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, MARS, FISQua, CHQP.

Gedung ke-4 Mayapada Hospital Tangerang dirancang dengan total luas bangunan 7.643 meter persegi, terdiri dari 9 lantai dan 1 basement. Pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada tiga lantai utama dan basement yang akan difungsikan sebagai Oncology Center terpadu, terintegrasi dengan layanan Kedokteran Nuklir. Fasilitas ini akan dilengkapi teknologi medis canggih seperti Digital PET Scan dan SPECT-CT guna mendukung diagnosis dan perawatan kanker secara komprehensif, sekaligus menambah kapasitas tempat tidur rawat inap.

Baca juga :Mayapada Hospital Surabaya Meresmikan Vertical Parking Pertama

Pada fase pengembangan selanjutnya, Tower ke-4 juga akan menghadirkan berbagai layanan spesialis unggulan lainnya, antara lain Aesthetic & Wellness serta Mayapada Eye Centre (MEC).

President Commissioner Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menyampaikan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional.

“Mayapada Healthcare terus memperkuat akses layanan kesehatan esensial bagi masyarakat, termasuk penguatan layanan onkologi yang canggih, modern, terintegrasi, dan sesuai protokol internasional, dengan tetap mengedepankan prinsip patient-centered care,” ujar Jonathan.

Sementara itu, President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menambahkan bahwa kehadiran Tower ke-4 akan semakin memperkuat posisi Mayapada Hospital Tangerang sebagai rumah sakit rujukan dengan layanan terpadu lintas spesialisasi.

“Pengembangan ini juga didukung kolaborasi strategis dengan Apollo Hospitals India, termasuk dalam transfer keahlian klinis, standarisasi protokol berbasis evidence-based, serta penguatan layanan subspesialisasi onkologi,” jelas Navin.

Gedung ke-4 MHTG difokuskan sebagai Oncology Center yang mencakup layanan Kedokteran Nuklir dan Teranostik, termasuk Hot Lab dan Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA). Fasilitas ini terintegrasi dengan layanan radioterapi LINAC dan kemoterapi yang telah dimiliki MHTG. Selain itu, tersedia ruang rawat inap onkologi, ruang konsultasi, poliklinik khusus, layanan kemoterapi rawat jalan, serta mammography, sehingga alur perawatan kanker dapat dilakukan secara menyeluruh dari tahap skrining hingga terapi lanjutan.

Hospital Director Mayapada Hospital Tangerang, dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, menyampaikan bahwa Tower ke-4 akan semakin memperkuat kualitas layanan klinis MHTG.

“Mayapada Hospital Tangerang merupakan rumah sakit pertama di Banten yang menghadirkan layanan radioterapi LINAC. Dengan integrasi radioterapi, kedokteran nuklir, PET Scan, kemoterapi, hingga rawat inap onkologi, kami optimistis dapat memperkuat peran sebagai pusat rujukan kanker regional,” ujarnya.

Selain layanan onkologi, pada fase berikutnya Tower 4 juga akan dilengkapi berbagai layanan komprehensif lainnya, seperti layanan fertilitas (IVF), layanan kesehatan jiwa Solace Clinic, Mayapada Eye Centre, Dental Center, Thalassemia Center, Aesthetic & Wellness, Nutrition, hingga layanan akupunktur. Pengembangan ini juga mencakup penambahan ruang rawat inap Junior Suite serta fasilitas pendukung pasien transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT), termasuk ruang donor (apheresis), ruang harvesting, dan family corner demi kenyamanan pasien dan keluarga.

Dengan pembangunan Tower ke-4 ini, Mayapada Healthcare menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses layanan kesehatan berkualitas tinggi serta memperkuat ekosistem layanan medis terintegrasi di Indonesia. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *