Berita Kota, Depok – Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 telah merampungkan seluruh rangkaian penjurian melalui Sidang Pleno Dewan Juri yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2025, di Hotel Savero Depok. Sidang pleno ini menjadi tahapan akhir untuk menetapkan para penerima penghargaan fundraising tingkat nasional.

Sidang pleno merupakan forum pengambilan keputusan final setelah seluruh peserta melewati seleksi administrasi, penilaian berkas, serta evaluasi komprehensif oleh Dewan Juri. Proses penilaian dilakukan secara mendalam oleh juri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, dan profesional di bidang fundraising serta filantropi.

Indonesia Fundraising Award merupakan ajang apresiasi nasional bagi lembaga, individu, korporasi, dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi signifikan dalam pengembangan praktik fundraising yang beretika, transparan, inovatif, dan berdampak sosial berkelanjutan. Melalui ajang ini, diharapkan profesionalisme fundraising terus meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap gerakan filantropi di Indonesia.

IFA 2025 diselenggarakan oleh Institut Fundraising Indonesia (IFI), lembaga yang berfokus pada pengembangan kapasitas, riset, dan penguatan ekosistem fundraising nasional. IFI secara konsisten mendorong penerapan standar praktik fundraising yang profesional dan berintegritas melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan pengetahuan.

Direktur IFI, Sri Sugiyanti, S.Sos., yang juga anggota Dewan Juri IFA 2025, menegaskan bahwa IFA tidak sekadar ajang pemberian penghargaan.

“IFA kami hadirkan sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama agar praktik fundraising di Indonesia tumbuh secara sehat, beretika, dan berorientasi pada dampak jangka panjang, bukan semata capaian angka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri IFA 2025, Dr. Rini Supri Hartanti, selaku Islamic Social Finance Expert, menekankan bahwa proses penjurian dilakukan secara objektif, transparan, dan menyeluruh.

“Penilaian tidak hanya melihat besaran dana yang dihimpun, tetapi juga inovasi, transparansi, etika, dampak sosial, serta kontribusi terhadap penguatan ekosistem fundraising nasional. Sidang pleno menjadi ruang penting untuk memastikan setiap penghargaan benar-benar layak dan kredibel,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan anggota Dewan Juri lainnya, Urip Budiarto, S.P., M.E. (Deputi Direktur Dana Sosial Syariah KNEKS) dan Surya Rahman Muhammad dari Humanitarian Forum Indonesia, yang menegaskan pentingnya menjaga standar dan integritas dalam seluruh proses penilaian.

Hasil akhir Sidang Pleno Dewan Juri akan diumumkan secara resmi pada Malam Puncak Indonesia Fundraising Award yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2026. Acara tersebut menjadi momentum apresiasi tertinggi bagi para penerima penghargaan sekaligus ruang refleksi dan inspirasi bagi pemangku kepentingan filantropi nasional.

IFA 2025 mengusung tema “Flourishing Future”, yang menekankan pentingnya menumbuhkan praktik fundraising berkelanjutan dan berdampak jangka panjang. Tema ini juga selaras dengan semangat menyambut bulan suci Ramadhan sebagai momentum penguatan nilai, niat, dan kepedulian sosial. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *