Berita Kota, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Budi Luhur resmi mengukuhkan kepengurusan baru sekaligus meluncurkan program kerja periode 2025–2026 dalam sebuah acara yang digelar di Auditorium Grha Mahardhika Bujana, Universitas Budi Luhur, Kamis (8/1/2026).
Pengukuhan ini menandai dimulainya kepemimpinan Ketua HIMAHI terpilih, Dwipa Lintang Darunata, yang akrab disapa Lintang ini mengusung visi menjadikan HIMAHI sebagai organisasi mahasiswa yang progresif dan berorientasi internasional.
“Di bawah kepemimpinan saya, HIMAHI akan diarahkan menjadi organisasi yang lebih progresif dan berdaya saing global. Kami ingin membawa HIMAHI tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ucap Lintang.
Ia menjelaskan, agenda hari ini tidak hanya sebatas pengukuhan pengurus, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memaparkan arah dan prioritas program kerja HIMAHI selama satu tahun ke depan. Program-program tersebut terbagi ke dalam program inti tahunan yang bersifat berkelanjutan serta program tambahan yang disesuaikan dengan dinamika periode berjalan.
Adapun empat program inti HIMAHI periode 2025–2026 meliputi Nuswantara Festival, SDGs Camp and Competition, International Tantri Palakaudar, serta Call for Paper & International Conference. Keempatnya menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat peran HIMAHI di bidang akademik, budaya, dan kerja sama internasional.
Untuk program Call for Paper internasional, HIMAHI menargetkan kolaborasi dengan berbagai universitas luar negeri. Saat ini, komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah institusi pendidikan di Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia, dengan target realisasi kerja sama pada November mendatang. Selain itu, HIMAHI juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Malaysia, serta mulai menjajaki kerja sama dengan negara-negara Eropa seperti Finlandia, Swiss, dan Denmark.
“Kerja sama akan kami bangun melalui konferensi akademik, call for paper, hingga program pertukaran mahasiswa, baik inbound maupun outbound. Komunikasi dilakukan langsung antar institusi tanpa melalui perantara,” jelasnya.
Sementara itu, dari sudut pandang akademisi, Anggun Sukritasari, dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur, menilai langkah HIMAHI selama ini telah berjalan seimbang antara kegiatan akademik dan non-akademik.
“HIMAHI tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga konsisten menyelenggarakan konferensi akademik dan kegiatan budaya. Mahasiswa yang terlibat sangat terlatih, profesional, bahkan sudah bekerja layaknya event organizer,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara HIMAHI dan Program Studi Hubungan Internasional terjalin dengan sangat baik. Setiap kegiatan selalu dikoordinasikan agar tetap menjaga keseimbangan nilai akademik dan budaya, sejalan dengan karakter Universitas Budi Luhur sebagai kampus budaya.
“Relasi dosen dan mahasiswa berjalan sangat cair dan harmonis. Diskusi tidak hanya dilakukan dalam forum formal, tetapi juga secara informal. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi HIMAHI,” tambahnya.
Anggun juga membuka peluang munculnya agenda tambahan di luar program rutin, terutama yang bersifat responsif terhadap isu-isu global yang sedang berkembang. Selain itu, ia berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang dapat mengakses berbagai program beasiswa, baik beasiswa nasional seperti Beasiswa KIP beasiswa daerah, maupun peluang beasiswa bagi mahasiswa asing.
Menutup keterangannya, Anggun berharap seluruh pengurus HIMAHI yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik hingga akhir masa kepengurusan.
“Kami dari tim dosen akan memberikan dukungan penuh, khususnya untuk program-program internasional. Semoga HIMAHI semakin bersinar dan mampu membawa nama Universitas Budi Luhur ke kancah global,” pungkasnya. (***)

