Beritakota.id, Seoul – Langkah anak muda Indonesia menuju panggung global kini terasa semakin nyata. Bornstar Indonesia baru saja menggelar rangkaian audisi dan coaching clinic langsung di Seoul, Korea Selatan—sebuah pengalaman yang bukan sekadar study tour, tetapi gerbang serius menuju industri hiburan internasional.

Dipimpin oleh CEO Bornstar Indonesia, Sabrina, kunjungan resmi ini menjadi momentum penting dalam membangun jembatan antara talenta Tanah Air dan ekosistem hiburan Korea yang dikenal disiplin, kompetitif, sekaligus sangat terstruktur. Seoul bukan hanya destinasi impian para pencinta K-Pop, tetapi juga pusat industri kreatif yang membentuk idol-idol dunia.

Program ini dirancang sebagai pengalaman terintegrasi. Artinya, pelatihan yang selama ini dijalani siswa di Indonesia disambungkan langsung dengan standar sistem pelatihan di Korea. Para peserta tidak hanya melihat, tetapi merasakan bagaimana atmosfer latihan di markas besar Bornstar di Seoul—mulai dari intensitas kelas vokal, koreografi, hingga pembentukan mental bertaraf internasional.

Baca juga : BNI Xpora Berangkatkan 12 UKM Makanan dan Minuman Lokal ke Pameran Korea-Seoul Food

Salah satu momen paling ditunggu adalah sesi bertajuk Bornstar Indonesia Indonesian Students Coaching Clinic with Korean Idol. Dalam sesi ini, para siswa mendapat pelatihan langsung dari Gunwoo, mantan anggota boy group TFN dan alumni Bornstar. Sosok yang pernah merasakan kerasnya sistem trainee Korea itu berbagi pengalaman secara terbuka—dari proses audisi, tekanan masa pelatihan, hingga bagaimana menjaga konsistensi performa di atas panggung.

Gunwoo tidak hanya mengajarkan teknik vokal dan kontrol panggung, tetapi juga manajemen ekspresi dan kesiapan mental. Ia menekankan bahwa menjadi idol bukan sekadar soal bakat, melainkan daya tahan, disiplin, dan kemampuan membaca peluang. Bagi para siswa Indonesia, sesi ini menjadi reality check sekaligus motivasi besar.

Yang membuat program ini semakin spesial, para siswa juga memperoleh kesempatan mengikuti audisi langsung di sejumlah agensi hiburan papan atas Korea Selatan. Nama-nama seperti HYBE, YG Entertainment, JYP Entertainment, hingga FNC Entertainment menjadi bagian dari agenda audisi tersebut.

Bagi para trainee muda ini, berdiri di depan perwakilan agensi K-Pop kelas dunia tentu bukan pengalaman biasa. Proses seleksi yang ketat memberi gambaran konkret tentang standar global: teknik harus matang, visual harus siap, attitude harus profesional. Ini bukan lagi simulasi—melainkan uji kemampuan sesungguhnya.

Di luar sesi pelatihan dan audisi, Sabrina juga melakukan audiensi dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul. Pertemuan tersebut menjadi simbol dukungan diplomatik terhadap inisiatif pengembangan talenta kreatif lintas negara. Kolaborasi budaya dan industri kreatif kini menjadi bagian penting dari hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.

Tak berhenti di sana, Sabrina juga menjalani wawancara dengan Seoul Broadcasting System (SBS TV). Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan visi Bornstar Indonesia sebagai penghubung strategis antara potensi muda Indonesia dan industri hiburan global. Menurutnya, talenta Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah bersaing—yang dibutuhkan adalah akses, pembinaan yang tepat, dan exposure internasional.

Fenomena ini sekaligus mencerminkan perubahan lanskap aspirasi generasi muda Indonesia. Jika dulu cita-cita populer berkisar pada profesi konvensional, kini panggung global—termasuk industri K-Pop—menjadi pilihan realistis yang bisa dikejar secara sistematis. Platform seperti Bornstar Indonesia mencoba menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan profesional, bukan sekadar mimpi viral.

Lebih dari sekadar audisi, kegiatan di Seoul ini menjadi pengalaman pembelajaran tentang kerja keras, standar global, dan pentingnya mentalitas kompetitif. Para siswa pulang bukan hanya membawa harapan lolos seleksi, tetapi juga pemahaman baru tentang level yang harus mereka capai.

Langkah ini menandai satu hal penting: talenta Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton gelombang budaya Korea, tetapi mulai aktif mengambil peran di dalamnya. Dan siapa tahu, beberapa tahun ke depan, kita akan melihat nama Indonesia bersinar di jajaran idol global—berawal dari ruang latihan di Seoul dan keberanian untuk mencoba. (Herman Effendi/Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *