Beritakota.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi kemacetan besar akan terjadi di sejumlah titik saat puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Berdasarkan hasil simulasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pergerakan masyarakat secara nasional pada 16 Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang.

Sementara itu, pada 18 Maret 2026, jumlah perjalanan masyarakat diprediksi meningkat menjadi sekitar 22 juta orang dalam sehari, menjadikannya salah satu puncak arus mudik Lebaran tahun ini.

“Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik itu akan terjadi kepadatan, diperkirakan pada tanggal 16 Maret (Senin) dan 18 Maret (Rabu),” kata Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat tersebut berpotensi memicu kemacetan di berbagai jalur utama, terutama jalan tol dan jalur arteri yang menjadi rute utama mudik.

Baca juga: Jalan Nasional dan Tol Siap Menyambut Mudik Lebaran 2026

Pemerintah Usulkan WFA untuk Kurangi Kepadatan

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pemerintah mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus perjalanan sehingga kepadatan tidak terjadi secara bersamaan di satu waktu.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan penerapan WFA pada masa arus balik Lebaran yaitu pada 25, 26, dan 27 Maret 2026, setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir.

Dudy menjelaskan kebijakan ini menjadi salah satu strategi penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas, mengingat mayoritas masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi saat mudik.

“Kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, dan bus masih menjadi moda transportasi dominan selama periode mudik Lebaran,” ujarnya.

Pergerakan Mudik Mulai Meningkat 13 Maret

Berdasarkan proyeksi pemerintah, pergerakan masyarakat sudah mulai meningkat sejak Jumat, 13 Maret 2026, dengan jumlah perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 4,4 juta orang.

Survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Badan Pusat Statistik, LAPI ITB, serta Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia memperkirakan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang.

Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta perjalanan.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik agar terhindar dari kemacetan panjang di jalur-jalur utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *