Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai tahap awal pembangunan jembatan permanen di Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas masyarakat serta memastikan kelancaran mobilitas dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa proses konstruksi telah memasuki fase awal melalui kegiatan investigasi teknis di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengeboran tanah atau *bor log* di beberapa titik lokasi pembangunan.
“Kegiatan bor log dilakukan di tiga titik sebagai bagian dari tahapan awal konstruksi. Proses ini penting untuk memastikan kondisi tanah serta kesiapan teknis sebelum pembangunan struktur utama dimulai,” kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Jembatan yang akan dibangun dirancang menggunakan struktur rangka baja tipe B dengan panjang bentang sekitar 80 meter. Desain tersebut dipilih karena dinilai mampu mempercepat pembangunan sekaligus memberikan tingkat keamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan.
Saat ini, perencanaan teknis jembatan masih dalam tahap penyelesaian. Setelah desain final ditetapkan, pekerjaan konstruksi utama ditargetkan mulai dilaksanakan pada April 2026.
Baca juga : Duel Data Ekonomi AS, Indek PMI Dan Belanja Konstruksi
Pembangunan jembatan permanen ini merupakan kelanjutan dari penanganan darurat yang sebelumnya dilakukan pemerintah untuk menjaga akses masyarakat setelah infrastruktur lama mengalami gangguan.
Kementerian PU memperkirakan proses pembangunan jembatan akan berlangsung hingga Desember 2026. Selama pelaksanaannya, pemerintah menekankan pentingnya standar keselamatan konstruksi dan kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bireuen sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan akses transportasi yang lebih baik, mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar. (Lukman Hqeem)

