Beritakota.id, Jakarta – Momentum World Water Day 2026 hadir bertepatan dengan periode Ramadan hingga Lebaran, saat aktivitas konsumsi rumah tangga di Indonesia meningkat signifikan.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 mencapai sekitar Rp1.188 triliun, menjadikannya salah satu periode dengan aktivitas belanja rumah tangga tertinggi dalam setahun.

Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian penting dalam struktur pengeluaran masyarakat. Namun, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan di Indonesia.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari BPS, lebih dari 90 persen rumah tangga di Indonesia memang telah memiliki akses terhadap air minum layak. Namun, rumah tangga yang benar-benar memiliki akses air minum aman—yang memenuhi standar kualitas kesehatan—masih berada di kisaran 11–12 persen secara nasional.

Kesenjangan ini masih terlihat di berbagai wilayah dan menjadi perhatian dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya terkait akses universal terhadap air minum yang aman dan terjangkau.

Secara global, peringatan Hari Air Sedunia setiap 22 Maret menjadi pengingat bahwa air bukan sekadar komoditas, tetapi kebutuhan esensial yang berkaitan langsung dengan kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat.

Program Gratis Air Minum Biru

Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru. Program ini telah berlangsung konsisten selama lima tahun terakhir.

Melalui program ini, setiap warga berhak mendapatkan 1 galon air minum gratis tanpa syarat pembelian maupun transaksi. Masyarakat cukup membawa galon kosong milik sendiri ke gerai Biru terdekat.

Baca juga: Bank Permata Kucurkan Kredit Rp 100 Miliar untuk Depo Air Minum BIRU

Pada tahun 2026, program dilaksanakan serentak pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 08.00–12.00 waktu setempat di 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

Tahun ini, pembagian air minum diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 galon atau setara 2.850.000 liter air minum dengan estimasi nilai sekitar Rp1,3 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat pembagian sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat.

Program ini mengusung semangat #BiruUntukSemua, yang menegaskan bahwa air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan untuk memperluas akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Air Minum Aman sebagai Fondasi Kesehatan

Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso, menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia seharusnya dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Hari Air Sedunia adalah pengingat bahwa akses terhadap air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukan isu musiman dan bukan sekadar agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kedekatan momentum Hari Air Sedunia tahun ini dengan Ramadan dan Lebaran semakin memperkuat relevansi isu tersebut.

“Ramadan memang menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat, termasuk kebutuhan air minum. Namun bagi kami, konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama. Air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Menurut Yantje, keberlanjutan program selama lima tahun menunjukkan bahwa inisiatif ini bukan sekadar respons terhadap momentum tahunan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau di Indonesia.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia menjadi momen refleksi untuk menilai sejauh mana kebutuhan paling mendasar masyarakat telah terpenuhi secara merata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, memastikan akses terhadap air minum yang aman dan berkualitas harus menjadi standar dasar yang setara bagi seluruh masyarakat Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *