Beritakota.id, Jakarta — Para alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dari Program Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV resmi membentuk kepengurusan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) P3N XXV untuk masa bakti 2025–2030. Pembentukan kepengurusan tersebut dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Mutiara Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.
Pembentukan DPA IKAL P3N XXV ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi para alumni Lemhannas yang berasal dari berbagai sektor strategis, baik pemerintahan, militer, kepolisian, akademisi, maupun dunia usaha. Melalui organisasi ini, para alumni diharapkan dapat memperkuat kontribusi pemikiran strategis dan kerja sama lintas sektor dalam menjaga serta memperkuat ketahanan nasional.
Baca juga : Berkolaborasi Berbagai Pihak, IKAL Lemhanas Jakarta Sukseskan Vasksinasi Covid-19
Dalam kepengurusan tersebut, Bayu Priawan Djokosoetono dipercaya sebagai Ketua Umum DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI. Ia didampingi oleh jajaran pengurus harian dan berbagai bidang yang akan mengelola program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
Salah satu fokus utama organisasi ini adalah memperkuat kontribusi intelektual alumni dalam merespons dinamika global yang semakin kompleks. Ketua Bidang Kajian Strategis dan Diskusi Publik DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, menegaskan bahwa para alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pemikiran strategis bagi bangsa.
Menurutnya, situasi dunia saat ini menghadirkan berbagai tantangan baru yang memerlukan analisis komprehensif dan pendekatan kebijakan yang berbasis data. Karena itu, alumni Lemhannas diharapkan mampu memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan melalui kajian yang mendalam.
“Masukan tersebut akan didasarkan pada kajian mendalam serta diskusi publik sehingga menghasilkan analisis yang objektif, berbasis bukti (evidence-based), dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” ujar Telisa.
Ia menambahkan, para alumni Lemhannas merupakan kumpulan pemimpin dari berbagai lembaga strategis negara yang memiliki pengalaman luas dalam pengambilan keputusan. Dengan latar belakang tersebut, forum alumni dapat menjadi ruang diskusi yang produktif untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan nasional.
Selain penguatan kajian strategis, aspek organisasi juga menjadi perhatian dalam pembentukan kepengurusan ini. Ketua Bidang Organisasi DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI, Irjen Pol Laksana, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan soliditas antaralumni dalam membangun organisasi yang kuat.
Menurutnya, organisasi alumni harus mampu menjadi motor penggerak yang memperkuat persatuan nasional di tengah berbagai dinamika sosial dan politik.
“Alumni Lemhannas harus mampu mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih kuat dan bersatu. Maka program-program kerja kami arahkan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Publikasi dan Media DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI, Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, menilai keberadaan IKAL Lemhannas tidak boleh sekadar menjadi forum silaturahmi.
Ia menegaskan bahwa organisasi alumni harus mampu menjadi wadah produktif yang menjembatani berbagai gagasan, inovasi, dan karya positif para anggotanya.
“DPA IKAL P3N XXV ini bukan hanya menjadi wadah kangen-kangenan saja. Pengurus harus mampu menjembatani dan menyelaraskan semua inspirasi, inovasi, dan karya positif para alumni untuk berpartisipasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai komponen negara serta seluruh lapisan masyarakat,” kata Amrin.
Menurutnya, komunikasi publik yang baik juga penting agar gagasan dan kontribusi alumni dapat diketahui masyarakat luas serta memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Di sisi lain, penguatan peran sosial alumni juga menjadi agenda penting organisasi ini. Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI, Dr. Hj. Kartini, menilai bahwa para alumni memiliki peran strategis dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya membangun modal sosial (social capital) dengan memperluas jaringan dan tidak bersikap eksklusif.
“Kita tidak boleh hanya berada di lingkaran sendiri. Alumni Lemhannas harus aktif membangun jaringan luas di masyarakat,” ujarnya.
Kartini juga menyoroti pentingnya peran alumni sebagai katalisator persatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada di Indonesia. Selain itu, sinergi antar-lembaga juga perlu terus didorong agar berbagai potensi nasional dapat dikelola secara optimal.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari dinamika global.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI, para alumni diharapkan dapat memperkuat peran strategis mereka sebagai penggerak pemikiran, kolaborasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui berbagai program kajian, kegiatan sosial, serta kerja sama lintas lembaga, organisasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan nasional sekaligus mendorong kemajuan Indonesia di tengah perubahan global yang semakin dinamis. (Herman Effendi/Lukman Hqeem)

