Beritakota.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada awal April 2026.
Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 2 April 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa kombinasi fase bulan tersebut dengan kondisi pasang maksimum dapat menyebabkan naiknya permukaan laut di berbagai wilayah pesisir.
“Berdasarkan data tinggi muka air laut dan prediksi pasang surut, potensi banjir rob dapat terjadi secara luas di sejumlah wilayah pesisir Indonesia,” tulis BMKG dalam siaran persnya, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Banjir Rob Rendam Rumah dan Jalan, Aksi Anggota Polsek Losari Brebes Antar Siswa ke Sekolah
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG menyebutkan, potensi banjir rob tidak hanya bersifat lokal, melainkan dapat terjadi di berbagai kawasan strategis, antara lain:
- Pesisir Aceh
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Utara
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Barat
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air laut.
Aktivitas seperti transportasi laut, perikanan, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan berpotensi terdampak akibat kenaikan muka air laut.
Baca juga: Bibit Siklon 91 Muncul di Pasifik, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di 10 Provinsi
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
Fenomena banjir rob ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca dan iklim, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan tinggi muka air laut.

