Beritakota.id, Jakarta – Upaya mempercepat pembangunan berkelanjutan di Indonesia semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis antara PT Surveyor Indonesia dan Batik Capital Connect Pte. Ltd.. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) serta keuangan berkelanjutan guna menjawab tantangan perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pembiayaan untuk proyek-proyek ramah lingkungan dan berdampak sosial. Sejumlah sektor yang menjadi fokus antara lain pembangunan infrastruktur hijau, akses pembiayaan bagi sektor berkelanjutan, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih inklusif di berbagai daerah.
Melalui penguatan standar transparansi, tata kelola, dan pengukuran dampak, PT Surveyor Indonesia dan Batik Capital Connect Pte. Ltd. berupaya memastikan bahwa setiap proyek yang didorong tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas lingkungan hingga ketahanan ekonomi jangka panjang.
Direktur Niaga & Operasi PT Surveyor Indonesia, Euis Emalia Noor, menegaskan bahwa penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak luas. Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan membangun sistem yang kredibel, tetapi juga memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Surveyor Indonesia Perkuat Posisi di Sektor Migas dan Energi, Dukung B40 dan ESG
Sementara itu, Founder & Managing Director Batik Capital Connect Pte. Ltd., Adam M. Grabow, menilai tantangan utama saat ini terletak pada optimalisasi pemanfaatan data dan informasi. Menurutnya, banyak proyek dan data berkelanjutan yang tersedia, namun belum sepenuhnya terstruktur sesuai kebutuhan institusi keuangan. Dengan memperkuat keterhubungan antara data terverifikasi dan kebutuhan permodalan, peluang pembiayaan untuk proyek berdampak dapat semakin terbuka.
Lebih lanjut, sinergi ini juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan. Pendekatan terintegrasi ini dinilai penting untuk memastikan setiap inisiatif berjalan selaras, saling memperkuat, serta relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Ke depan, kemitraan ini diharapkan menjadi katalis dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga menekankan pentingnya pembangunan yang adil dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (***)

