Beritakota.id, Tangsel – RS Premier Bintaro menggelar kegiatan Health Talk & Halal Bihalal bertema “Manisnya Silaturahmi, Sehatnya Hidup!” sebagai bagian dari peringatan Hari Diabetes Nasional sekaligus momentum pasca-Idulfitri untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kembali ke pola hidup sehat.
Kegiatan yang berlangsung di area parkir Gedung Annex 1 & 2 ini menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan, khususnya terkait risiko konsumsi gula dan lemak berlebih setelah Lebaran yang identik dengan hidangan manis dan berlemak.
Direktur Utama RS Premier Bintaro, Relia Sari, M.A.R.S., menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam pencegahan diabetes yang kini semakin banyak menyerang usia produktif.
“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengendalian diabetes. Penyakit ini sangat erat dengan upaya preventif dan edukasi yang harus dilakukan secara berulang agar masyarakat benar-benar memahami risikonya,” ujarnya.
Menurutnya, tren penderita diabetes mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan lansia, kini kasus diabetes banyak ditemukan pada kelompok usia muda.
“Sekarang sudah shifting, bukan hanya lansia. Bahkan usia 40-an sudah banyak yang terdiagnosis diabetes. Ini erat kaitannya dengan pola hidup,” jelasnya.
Dokter spesialis penyakit dalam, Ardy Wildan, Sp.PD, Subsp.E.M.D(K), M.Pd.Ked, menambahkan bahwa periode setelah Lebaran menjadi waktu krusial untuk mengembalikan pola makan yang seimbang.
“Setelah momen Lebaran, kita perlu mengontrol kembali pola makan. Jangan berlebihan dalam konsumsi gula dan lemak karena bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap asupan harian serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini.
Sementara itu, dokter spesialis olahraga, Chiki, Sp.KO, MKK (DMA), mengingatkan bahwa pola makan sehat harus diimbangi dengan aktivitas fisik.
Baca juga: RS Premier Bintaro Edukasi Orang Tua tentang Regurgitasi, GER, dan GERD pada Anak: Ini Perbedaannya
“Tidak perlu olahraga berat, cukup yang ringan tapi konsisten. Jalan kaki 30 menit setiap hari sudah memberikan manfaat besar untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, RS Premier Bintaro menghadirkan pendekatan holistik melalui edukasi, olahraga ringan seperti jalan pagi dan senam, serta program rutin seperti car free day untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi praktis melalui sesi live cooking demo makanan sehat dari tim Food & Beverage, yang memberikan inspirasi dalam mengolah makanan bergizi namun tetap lezat.
dr. Relia juga menyoroti dampak gaya hidup modern yang serba digital dan minim aktivitas fisik sebagai salah satu penyebab meningkatnya kasus diabetes.
“Sekarang semua serba digital, sehingga aktivitas fisik kita berkurang. Padahal, gerak sederhana namun rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh menikmati makanan atau minuman favorit selama dalam batas wajar.
“Kopi boleh tanpa gula. Minuman kekinian juga boleh sesekali, misalnya seminggu sekali. Yang penting tetap terkontrol,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pasien diabetes yang datang ke RS Premier Bintaro kini banyak yang sudah mengalami komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.
“Diabetes ini sering disebut mother of disease, karena bisa memicu berbagai komplikasi seperti gangguan mata, ginjal, jantung, hingga stroke,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes semakin meningkat, sekaligus mendorong perubahan gaya hidup sehat—mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga pemeriksaan rutin sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup. (***)

