Beritakota.id, Jakarta – Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menandai enam tahun perjalanannya di Indonesia dengan mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi pengguna hingga transaksi. Perusahaan yang kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 1 April 2026 ini menilai industri kripto nasional semakin matang.

SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra, mengatakan perkembangan industri kripto di Indonesia terlihat dari ekosistem yang kian lengkap, regulasi yang lebih jelas, serta adopsi yang terus meningkat.

“Jumlah unduhan aplikasi PINTU kini telah melampaui 11 juta kali. Selain itu, performa produk juga terus meningkat, dengan hampir 400 token tersedia, termasuk lebih dari 40 token dalam kategori tokenized asset,” ujar Andy dalam keterangan resmi.

Pertumbuhan Pengguna dan Transaksi

Sepanjang 2026, PINTU mencatat pertumbuhan pengguna terdaftar sebesar 79,29% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, jumlah pengguna aktif meningkat 38,37% dan pengguna trading naik 25,86%.

Tak hanya itu, volume transaksi juga menunjukkan tren peningkatan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi aset digital.

Di segmen derivatif, produk Pintu Futures turut mencatat lonjakan kinerja. Pada kuartal I 2026, jumlah pengguna terverifikasi (KYC) meningkat hingga 401%, diikuti pertumbuhan pengguna existing sebesar 208,71%. Frekuensi order juga naik 91,61% dengan volume transaksi yang tumbuh positif.  Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, sepanjang 2025 nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor menyentuh 20,19 juta orang.

Baca juga: PINTU Perkuat Layanan Premium, Program VIP Tembus 1.000 Anggota

Meski nilai transaksi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah investor justru meningkat, menandakan adopsi kripto yang semakin luas di masyarakat.

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-6, PINTU menggelar kampanye bertajuk #SixcessfulYear. Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi trading dengan total hadiah Rp105 juta, hingga aktivitas komunitas dan giveaway di berbagai platform media sosial.

Kampanye ini juga melibatkan sejumlah figur publik, termasuk Aldi Taher, dalam sesi live giveaway di YouTube.

Baca juga: Volatilitas Pasar 2026: Tantangan dan Peluang Trading Forex & Kripto yang Perlu Dipahami Trader

Andy menegaskan, perjalanan enam tahun ini menjadi momentum penting bagi PINTU untuk terus berkontribusi terhadap industri kripto nasional.

“Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar resmi, kami optimistis industri kripto Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi dan jumlah pengguna, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dengan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dengan regulasi yang semakin kuat dan meningkatnya literasi keuangan digital, pelaku industri optimistis aset kripto akan terus berkembang di Indonesia. Inovasi berbasis teknologi blockchain pun diharapkan semakin luas pemanfaatannya, tidak hanya untuk investasi tetapi juga berbagai sektor ekonomi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *