Beritakota.id, Jakarta – Beredar luas klaim bahwa makan buah saat perut kosong dbisa cegah kanker. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menyesatkan masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan bahwa konsumsi buah saat perut kosong dapat mencegah kanker secara langsung. Klaim yang menyebut metode ini sebagai “terapi anti kanker” bahkan dinilai tidak berdasar secara medis.
Dalam dunia kedokteran, pencegahan kanker lebih berkaitan dengan pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, serta menghindari faktor risiko seperti rokok dan alkohol.
Benarkah Makan Buah Saat Perut Kosong Bisa Cegah Kanker?
Makan Buah: Kapan Waktu Terbaik?
Ahli gizi menjelaskan bahwa buah dapat dikonsumsi kapan saja, baik sebelum maupun setelah makan. Tidak ada aturan baku yang menyatakan buah harus dimakan saat perut kosong agar manfaatnya maksimal.
Yang terpenting adalah memastikan asupan buah cukup setiap hari karena kandungan serat, vitamin, dan antioksidannya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara umum.
Mitos: Buah Bisa Membusuk di Perut
Klaim bahwa buah akan “membusuk” jika dimakan setelah nasi juga tidak benar. Sistem pencernaan manusia bekerja secara kompleks dan efisien, sehingga makanan tidak akan membusuk di lambung seperti yang sering disalahpahami.
Perut memiliki asam lambung yang kuat untuk mencerna makanan, termasuk buah dan karbohidrat, tanpa menyebabkan fermentasi berbahaya seperti yang diklaim.
Baca juga: Jaga Massa Otot Saat Diet: Kunci Turun Berat Badan Sehat di Tengah Tren Obat Pelangsing
Detoksifikasi dan Pencegahan Penyakit
Istilah “detoksifikasi” yang sering dikaitkan dengan konsumsi buah juga perlu dipahami dengan benar. Tubuh manusia sudah memiliki sistem detoks alami melalui organ hati dan ginjal.
Buah memang mendukung kesehatan organ tersebut, tetapi bukan berarti dapat “membersihkan racun” secara instan atau menggantikan fungsi organ tubuh.
Soal Jus, Buah Utuh, dan Nutrisi
Mengonsumsi buah utuh lebih disarankan dibandingkan jus karena kandungan seratnya lebih tinggi. Namun, anggapan bahwa buah yang dimasak atau dipanaskan sepenuhnya kehilangan nutrisi juga tidak sepenuhnya tepat—beberapa nutrisi memang berkurang, tetapi tidak hilang total.
Mitos Air Dingin dan Risiko Kanker
Klaim bahwa minum air dingin setelah makan dapat memicu kanker juga tidak memiliki dasar ilmiah. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa suhu air minum dapat menyebabkan pembekuan lemak di usus hingga memicu kanker.
Kesimpulan
Mengonsumsi buah tetap penting untuk kesehatan, tetapi tidak ada aturan khusus bahwa buah harus dimakan saat perut kosong untuk mencegah kanker. Pola makan seimbang, gaya hidup aktif, dan pemeriksaan kesehatan rutin tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit kronis.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama yang mengklaim “pengobatan ajaib” tanpa dasar ilmiah yang jelas. (***)

