Beritakota.id, Brebes – Perum Bulog memastikan stok beras di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Brebes, dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Kepastian itu disampaikan usai inspeksi mendadak di Kompleks Pergudangan Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Sabtu (2/5).
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan total cadangan beras hingga akhir April mencapai 372.362 ton. Sekitar 80 persen di antaranya sudah dalam bentuk beras siap distribusi.
“Sedangkan sisanya masih dalam tahap pengolahan,” kata Sri usai sidak.
Menurut dia, stok tersebut mencukupi untuk kebutuhan bantuan pangan maupun penjualan beras SPHP bagi masyarakat. Penyaluran bantuan pangan saat ini telah berjalan sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Mei.
“Insyaallah bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. Kami juga masih melakukan serapan gabah,” ujarnya.
Realisasi serapan gabah hingga awal Mei telah mencapai lebih dari 200 ribu ton atau sekitar 52 persen dari target tahunan sebesar 374 ribu ton. Meski kapasitas gudang induk terbatas, Bulog mendapat dukungan tambahan gudang dari BUMN dan pihak swasta.
“Sejauh ini masih cukup memadai,” kata Sri.
Sidak tersebut dihadiri anggota DPR RI M. Haikal, jajaran Bulog Jawa Tengah, serta Wakil Bupati Brebes Wurja.
Haikal mengatakan kunjungan itu bertujuan memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
“Hari ini kami mendapat kabar baik. Gudang beras Bulog Cimohong dalam kondisi penuh,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan perlunya perhatian terhadap ketersediaan plastik kemasan beras yang masih bergantung pada impor.
“Ini menjadi catatan karena dalam swasembada pangan, aspek kemasan dan logistik juga penting,” kata Haikal.
Ia menilai kinerja Bulog secara umum sudah baik, terutama di wilayah Brebes dan Tegal yang dikenal sebagai salah satu lumbung beras. “Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Wakil Bupati Brebes Wurja mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap ketersediaan pangan di daerahnya semakin kuat, terutama menjelang masa panen.
“Stok saat ini insyaallah aman hingga akhir tahun, apalagi akan ada tambahan dari panen,” kata Wurja.

