Beritakota.id, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan skema pengamanan khusus menyambut tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Pengamanan akan dilakukan secara nasional hingga tingkat daerah guna menjaga ketertiban selama kegiatan nonton bersama (nobar) berlangsung.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan pengamanan akan melibatkan jajaran Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan keramaian masyarakat di berbagai titik nobar, baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial.
“Polri berkewajiban untuk melakukan pengamanan-pengamanan dalam antusiasme warga. Ini akan kami jadikan suatu referensi dalam perencanaan pengamanan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di TVRI, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: PSSI Bidik Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Ini Bukan Lagi Mimpi
Polri menilai euforia Piala Dunia berpotensi menciptakan kerumunan besar di berbagai wilayah. Karena itu, pengawasan di lokasi nobar akan diperketat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama pertandingan berlangsung.
Selain pengamanan langsung di lapangan, Polri juga memperkuat koordinasi dengan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup penyusunan pola pengamanan hingga tingkat daerah.
“Kami akan lebih intens lakukan secara proaktif bersama TVRI untuk menyusun rencana pengamanan sampai ke tingkat daerah. Kami mengimbau, karena ini aspeknya hiburan, untuk kita bersama-sama menjaga kegembiraan, itu kata kuncinya,” kata Trunoyudo.
Polri Waspadai Penipuan Tiket Nobar dan Judi Bola
Tak hanya fokus pada pengamanan keramaian, Polri juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai potensi tindak kejahatan yang marak saat momentum Piala Dunia, termasuk penipuan tiket nobar komersial.
Masyarakat yang menjadi korban penipuan diminta segera melapor ke aparat kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Penting juga kita jaga, jangan sampai terjadi sesuatu yang merugikan bagi masyarakat umum. Contohnya pembelian tiket komersial, yang karena keterbatasan, kemungkinan menaikkan atau bahkan tidak menutup penipuan,” ujarnya.
Selain itu, Polri turut mengantisipasi praktik judi bola yang kerap meningkat selama turnamen sepak bola internasional berlangsung. Aparat menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mengarah pada tindak pidana.
“Jangan sampai ini menjadi ajang penyimpangan dalam melakukan tindak pidana lainnya yang merugikan,” tegasnya.
TVRI Beri Lisensi Gratis Nobar untuk UMKM dan Instansi
Sementara itu, TVRI memastikan masyarakat dapat menikmati Piala Dunia 2026 secara lebih luas melalui program lisensi gratis nobar bagi UMKM dan instansi pemerintah.
Baca Juga: John Herdman Resmi Latih Timnas Indonesia, Media Asing Soroti Ambisi Garuda ke Piala Dunia 2026
Direktur Pengembangan dan Usaha TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap tayangan Piala Dunia.
Namun, penyelenggara nobar tetap diwajibkan melakukan pendaftaran resmi melalui situs resmi TVRI agar kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami mendorong supaya kegiatan nobar ini bisa dinikmati atau dilakukan semua masyarakat Indonesia,” ujar Retno.
Kebijakan lisensi gratis itu diperkirakan akan meningkatkan jumlah titik nobar di berbagai daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

