Beritakota.id, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti potensi penyebaran Hantavirus di Indonesia dan meminta pemerintah memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit berbasis lingkungan tersebut.
Menurut Puan, ancaman penyakit zoonosis seperti Hantavirus kerap muncul di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan layanan kesehatan yang belum merata. Karena itu, ia menilai pengawasan kebersihan lingkungan serta kesiapan fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.
“Pemerintah tidak cukup hanya fokus pada penanganan kasus yang sudah muncul, tetapi juga harus memperkuat kesiapan daerah, termasuk fasilitas kesehatan, tenaga medis, laboratorium, dan sistem deteksi dini,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Hantavirus Sudah Ada Sejak 1991, Bukan Ancaman Baru
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, kecepatan pelaporan dan respons terhadap potensi wabah sangat penting untuk mencegah kepanikan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu mengatakan keberhasilan pemerintah menghadapi ancaman kesehatan tidak hanya diukur dari rendahnya jumlah kasus, tetapi juga dari kemampuan menjaga ketenangan publik dan membangun rasa aman di masyarakat.
“Perlindungan masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, harus menjadi perhatian utama. Masyarakat perlu merasakan kehadiran pemerintah sejak awal munculnya ancaman kesehatan, bukan setelah kasus berkembang luas,” ujarnya.
Puan juga memastikan DPR RI melalui alat kelengkapan dewan terkait akan mengawasi langkah pemerintah dalam menangani potensi ancaman Hantavirus di Indonesia.
“DPR akan memastikan pemerintah bergerak cepat, terbuka, dan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat melalui langkah-langkah yang jelas dan dapat dipantau publik,” katanya.
Kasus Suspek Hantavirus di Kulon Progo Negatif
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mengungkap adanya satu kasus suspek Hantavirus di wilayah tersebut pada 2026. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan hasilnya negatif.
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, mengatakan masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus tersebut.
“Memang ada kasus suspek Hantavirus tahun ini, tetapi hasil laboratorium sudah keluar dan dinyatakan negatif,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Meski demikian, pemerintah daerah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus guna mengurangi risiko penyebaran penyakit.

