Beritakota.id, Serui — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan prioritas pembangunan pada jalur barat serta peningkatan fasilitas Bandara Stevamus Rumbewas di Kabupaten Kepulauan Yapen. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas wilayah, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Fakhiri menjelaskan, jalur barat memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antarwilayah di Yapen, terutama saat kondisi cuaca laut tidak bersahabat.

Ia menyebut, pada periode Oktober hingga Februari, tinggi gelombang di perairan sekitar Yapen dapat mencapai 4 hingga 5 meter, sehingga menghambat transportasi laut menuju Serui.

“Di waktu tertentu, bulan Oktober sampai Februari, ombak di wilayah sini bisa sampai 4-5 meter. Ini pasti akan menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas kalau mau ke Serui, khususnya apabila ada yang sakit,” ujar Fakhiri.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan intervensi dengan memperbaiki sejumlah infrastruktur di jalur tersebut, termasuk mengganti jembatan-jembatan kayu yang sudah tidak layak.

Menurutnya, konektivitas menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gubernur Mathius Fakhiri: Percepatan Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Penguatan Konektivitas Antarwilayah

“Pemerintah sedang membangun perekonomian masyarakat mulai dari kampung nelayan dan pertanian. Kalau akses putus, mata rantai ekonomi juga putus. Berarti percuma kita bicara menumbuhkan ekonomi,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, Fakhiri juga meninjau kondisi Bandara Serui yang memiliki panjang landasan sekitar 1,6 kilometer. Namun, sekitar 200 meter runway dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Ia menyampaikan bahwa perbaikan bandara telah masuk dalam program APBN, sementara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengusulkan penambahan landasan sepanjang 250 meter yang akan didukung Pemerintah Provinsi Papua.

“Kami berharap pesawat ATR bisa mendarat sehingga aktivitas bandara berjalan lancar dan masyarakat dapat bepergian dengan baik,” ucapnya.

Peningkatan kapasitas bandara tersebut juga dinilai penting untuk mempercepat distribusi hasil perikanan serta memudahkan rujukan pasien ke rumah sakit yang lebih lengkap di Biak. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *