Beritakota.id, Jakarta – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) optimistis memperkuat posisinya di industri alat kesehatan nasional melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Anak usaha Prodia Group yang bergerak di bidang produksi dan perakitan alat kesehatan diagnostik in vitro tersebut menawarkan 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga final Rp120 per saham.
Langkah strategis tersebut diambil untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang kini semakin mengedepankan deteksi dini penyakit.
Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Dr. Cristina Sandjaja, mengatakan perseroan memiliki fondasi bisnis yang kuat dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai produsen reagen kimia klinik di Indonesia.
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk yang unggul, kapasitas produksi besar, jaringan distribusi luas, serta nilai TKDN yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional,” ujar Cristina.
Baca juga: Proline Resmikan Pabrik Baru Genjot Produksi Alat Kesehatan hingga Empat Kali Lipat
Layani 7.600 Pelanggan di Seluruh Indonesia
Didirikan pada 16 April 2010, PRDL menghadirkan berbagai solusi sistem diagnostik terintegrasi yang digunakan oleh laboratorium klinik, rumah sakit, puskesmas hingga institusi kesehatan di Indonesia.
Produk perusahaan mencakup reagen dan instrumen diagnostik untuk:
- Kimia klinik
- Hematologi
- Imunologi
- Diagnostik molekuler
- Point of Care Testing (POCT)
Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan purna jual berupa instalasi, kalibrasi, hingga pemeliharaan instrumen.
Hingga kini PRDL telah memiliki lebih dari 1.083 SKU produk aktif yang dipasarkan di 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota.
Jaringan pelanggan perusahaan juga terus berkembang dengan melayani lebih dari 7.600 institusi kesehatan, yang terdiri atas sekitar:
- 7.000 puskesmas
- 300 rumah sakit
- 317 dinas kesehatan kabupaten/kota
- Puluhan institusi kesehatan lainnya.
Baca juga: Esa Medika Resmi IPO, Perkuat Industri Alat Kesehatan Nasional
Produk TKDN di Atas 70 Persen
Salah satu keunggulan kompetitif PRDL adalah tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Lini produk utama perusahaan telah memiliki nilai TKDN di atas 70 persen, sehingga dinilai mampu memperkuat daya saing produk lokal di tengah dominasi alat kesehatan impor.
Dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap penggunaan produk dalam negeri, perusahaan melihat peluang pertumbuhan pasar yang semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
Industri Diagnostik Masih Sangat Prospektif
Prospek industri alat kesehatan nasional juga dipandang semakin menjanjikan.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau 140 juta penduduk.
Didukung keberadaan lebih dari 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia serta meningkatnya kebutuhan layanan deteksi dini penyakit, industri diagnostik in vitro diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.
Momentum tersebut diyakini menjadi peluang besar bagi PRDL untuk memperluas penetrasi pasar, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Pendapatan dan Laba Melonjak Jelang IPO
Menjelang pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, PRDL juga membukukan kinerja keuangan yang positif.
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat:
- Pendapatan mencapai Rp74,4 miliar, naik 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Laba bersih meningkat 70,7 persen menjadi Rp16,9 miliar.
- EBITDA tumbuh 66,9 persen menjadi Rp29,2 miliar.
Peningkatan tersebut mencerminkan penguatan profitabilitas sekaligus efisiensi operasional perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan audit 2025, dengan harga IPO Rp120 per saham, PRDL menawarkan Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 8,61 kali, yang dinilai kompetitif dibandingkan emiten lain di sektor kesehatan.
Sebagai bagian dari ekosistem Prodia Group, PRDL menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi diagnostik berkualitas melalui inovasi, penguatan produk dalam negeri, serta pelayanan prima guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia.

