Beritakota.id, Jakarta – Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah memimpin lembaga tersebut sekitar satu setengah bulan. Keputusan itu diambil karena alasan kesehatan, yakni untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Informasi pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Dalam keterangannya, ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menjalani pengobatan.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Saya juga menyampaikan dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya,” tulis Nanik.

Baca Juga: Kepala BGN Mundur, DPR: Tidak Boleh Mengganggu Program MBG

Dari Wartawan hingga Pimpinan Badan Gizi Nasional

Lahir pada 3 Januari 1968, Nanik memulai karier profesional sebagai wartawan di Tabloid Bangkit. Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membentuk kemampuannya dalam komunikasi publik dan pengelolaan isu-isu strategis nasional.

Kariernya kemudian berlanjut di bidang politik dan pemerintahan. Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai Wakil Ketua.

Setelah pemerintahan Prabowo terbentuk, ia dipercaya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.

Pada 8 Juni 2026, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Baca Juga: Siapa Sony Sonjaya? Eks Petinggi BGN yang Kini Jadi Tersangka

Tinggalkan Sejumlah Pembenahan di BGN

Meski masa kepemimpinannya relatif singkat, Nanik melakukan sejumlah langkah pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan keterangan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, BGN di bawah kepemimpinan Nanik telah mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai daerah.

Selain itu, sekitar 3.000 dapur MBG diklasifikasikan berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan. BGN juga menghentikan sementara ekspansi dapur baru di wilayah yang telah padat, kecuali untuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga: DPR: Pergantian Pimpinan BGN Harus Perkuat Kualitas Layanan MBG

Nanik juga disebut menemukan 414 SPPG bermasalah, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan penyaluran manfaat kepada kelompok prioritas, serta melantik lima pejabat tinggi madya untuk memperkuat tata kelola organisasi.

Fokus Pemulihan Kesehatan

Nanik menegaskan pengunduran dirinya semata-mata didorong oleh kondisi kesehatan dan bukan karena alasan lain. Ia berharap proses pengobatan berjalan lancar sehingga dapat kembali memberikan kontribusi bagi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *