Beritakota.id, Jakarta – Rumah Belajar August Hamonangan kembali menghadirkan program pendidikan bagi anak-anak di kawasan marginal ibu kota. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, komunitas tersebut menggelar Kelas Digital dan Budaya bagi anak-anak pemulung dan warga sekitar di Lapak Pemulung Gang Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 11.30 WIB itu bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia di kalangan anak-anak. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Pendiri Rumah Belajar August Hamonangan, Hudson Elbert Sinaga, mengatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, termasuk akses terhadap pengetahuan digital dan budaya.
“Anak-anak di lapak juga berhak melek teknologi dan bangga dengan budaya sendiri. Kami ingin mereka punya HP bukan cuma buat main game, tapi juga buat belajar dan berkarya, sambil tetap ingat dari mana akar budayanya,” ujar Hudson.
Ia menjelaskan, tema “Digital dan Kebudayaan” dipilih sebagai upaya membekali anak-anak dengan dua kompetensi yang dinilai penting untuk menghadapi masa depan, yakni kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya bangsa.
Baca juga: Rumah Belajar Hamonangan Kita Semua Diluncurkan, Padukan Pembelajaran Digital dan Budaya Nusantara
Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara gratis dan dipandu oleh para pengajar serta relawan Rumah Belajar August Hamonangan. Sementara itu, lokasi kegiatan difasilitasi oleh pengelola Lapak Pemulung Gang Buntu II.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Rumah Belajar August Hamonangan dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan di Jakarta.
Ke depan, Kelas Digital dan Budaya direncanakan menjadi program rutin yang diselenggarakan setiap hari Minggu sebagai wadah belajar sekaligus ruang pengembangan kreativitas anak-anak berbasis komunitas.
Melalui kegiatan ini, Rumah Belajar August Hamonangan juga mengajak masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta media untuk berkolaborasi mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak di kawasan marginal, baik melalui partisipasi sebagai relawan maupun dukungan donasi dan kemitraan.
Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak pemulung untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas, meningkatkan keterampilan digital, serta memperkuat rasa bangga terhadap budaya Indonesia sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (***)

