Beritakota.id, Brebes – Kerusakan ekosistem pesisir yang terus meluas mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi mangrove. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) menanam total 7.500 batang mangrove di tiga wilayah pesisir Indonesia sebagai bagian dari program pemulihan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Penanaman mangrove tersebut dilakukan di kawasan Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, serta Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Masing-masing lokasi mendapat alokasi 2.500 batang mangrove jenis Rhizophora spp dengan total luasan sekitar satu hektare.

Di Brebes, kegiatan penanaman dilakukan bersama Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrove Sari Pandansari, Kaliwlingi.

Baca juga: Mitigasi Longsor dan Pemulihan Ekosistem, Bupati Paramitha Tanam 1000 Pohon di Paguyangan

Kegiatan ini dihadiri Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI Toufik Alansar dan Branch Manager BTN Kantor Cabang Tegal Widya Oktarina.

Widya mengatakan, penanaman mangrove merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN yang didanai melalui skema CSR perusahaan.

Menurut dia, BTN berupaya berkontribusi menjaga keseimbangan alam, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi.

“Tahun ini kami mendukung penanaman 2.500 batang mangrove di Brebes. Ini bentuk partisipasi kami dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan. Harapannya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali kami dukung,” ujar Widya, di sela-sela kegiatan pada Selasa (23/12)

Sekretaris KMPHP Mangrove Sari Pandansari, Mashadi, menyebut keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan mengingat kondisi pesisir Brebes yang semakin mengkhawatirkan.

Ia mencatat, dari sekitar 60 kilometer garis pantai di Brebes, lebih dari separuhnya telah mengalami kerusakan akibat abrasi.

“Kerusakan di pantai utara Brebes sudah cukup masif, mencapai sekitar 56 persen. Ini perlu penanganan segera dan kolaborasi banyak stakeholder untuk rehabilitasi mangrove sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir,” kata Mashadi.

Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI, Toufik Alansar, menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak bisa dilepaskan dari upaya membangun kesadaran bersama.

Menurut dia, keberlanjutan ekosistem pesisir hanya dapat terjaga jika ada komitmen jangka panjang dari seluruh pihak.

“Menanam mangrove bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem pesisir. Kolaborasi dengan BTN menunjukkan peran strategis dunia usaha dalam mitigasi perubahan iklim,” ujar Toufik.

Ia menambahkan, ekosistem mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, sekaligus berperan sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon).

Melalui program ini, KEHATI dan BTN turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDGs 14 terkait ekosistem laut.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, kerja sama dengan Yayasan KEHATI merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perseroan dalam menjaga lingkungan hidup.

Ia menyebut BTN terus mendorong berbagai inisiatif ramah lingkungan dalam operasional perusahaan.

“Keberlanjutan bagi BTN bukan sekadar jargon, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Kami percaya bumi juga adalah rumah yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi berikutnya,” kata Ramon.

Selain penanaman mangrove, BTN juga menjalankan berbagai program keberlanjutan lainnya, seperti penyaluran kredit untuk rumah rendah emisi, program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu, serta penanaman pohon di kawasan hijau dan permukiman.

Rangkaian kegiatan seremonial penanaman mangrove ini dilaksanakan secara bertahap sepanjang Desember 2025. Dimulai dari Kawasan Mangrove Lantebung di Makassar, dilanjutkan di Desa Kaliwlingi, Brebes, dan ditutup di pesisir Wonokerto, Pekalongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *