Beritakota.id, BrebesKomite Disiplin (Komdis) PSSI Brebes resmi membekukan dua pemain Sakha FC Kalilangkap dari seluruh aktivitas sepak bola selama satu tahun penuh. Sanksi dijatuhkan menyusul insiden kekerasan yang menimpa wasit dalam laga Arsyila Cup 2026 di Lapangan Asri Bumiayu, pekan lalu.

Dua pemain yang dijatuhi hukuman adalah Eka Encek, kapten tim, dan Alvin. Keduanya terbukti melakukan tindak kekerasan fisik terhadap wasit pada menit ke-54 laga antara Ceisya Jaya Farm FC kontra Sakha FC, Selasa, 5 Mei 2026. Larangan bermain berlaku hingga Mei 2027 dan mencakup seluruh kompetisi di bawah naungan PSSI Brebes.

Insiden bermula ketika wasit menunjuk titik putih untuk Ceisya Jaya Farm pada menit ke-54. Keputusan itu memantik reaksi keras dari kubu Sakha FC.

Berdasarkan bukti rekaman video yang diperiksa dalam sidang pleno, Eka Encek terbukti mengintimidasi lalu memukul wajah wasit. Adapun Alvin melancarkan tiga kali tendangan ke tubuh pengadil lapangan, disertai makian kasar.

Sidang pleno yang menentukan sanksi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komdis PSSI Brebes, Nanang Raharjo, pada Sabtu, (9/5/2026).

“Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola Brebes. Sanksi ini kami jatuhkan untuk menjaga marwah sepak bola, melindungi perangkat pertandingan, dan memastikan turnamen berjalan sportif,” terang Nanang Raharjo, Ketua Komdis PSSI Brebes

Komdis tidak hanya membidik pemain. Panitia Pelaksana Arsyila Cup 2026 turut diganjar teguran keras karena dinilai abai terhadap standar keamanan minimum.

Fakta di lapangan mencatat hanya satu orang steward yang bertugas saat kericuhan pecah — jauh di bawah batas aman untuk laga dengan tensi tinggi.

Kelalaian itu dianggap fatal. Komdis menilai panitia gagal menjamin keselamatan perangkat pertandingan, sebuah kewajiban dasar penyelenggara turnamen sepak bola.

Ke depan, PSSI Brebes memperketat regulasi bagi penyelenggara turnamen. Panitia diwajibkan menyiagakan 4–6 steward untuk laga-laga krusial dan mengantongi rekomendasi resmi Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) sebelum pertandingan digelar.

“Jangan sampai turnamen yang niatnya membina malah jadi ajang anarkis. Jika lalai, sanksi teguran keras ini bisa naik jadi penghentian turnamen.” tegas Nanang

Keputusan Komdis ini bersifat final dan sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku sepak bola di Kabupaten Brebes: kekerasan di lapangan hijau tidak akan ditoleransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *