Berita Kota, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran deretan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dimulai pada Rabu (14/1/2026). Hari Rabu dipilih agar para pejabat yang meninjau lokasi menggunakan transportasi umum, sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2025 tentang kewajiban aparatur sipil negara (ASN) menggunakan angkutan publik.

“Kenapa hari Rabu? Supaya siapa pun pejabat yang datang ke situ tidak memakai kendaraan pribadi dan tidak menambah kemacetan,” ujar Pramono saat ditemui di Pejempongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pramono menegaskan, proses pembongkaran akan dimaksimalkan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan Jalan HR Rasuna Said yang merupakan salah satu koridor utama di Jakarta. “Pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” katanya.

Sebelumnya, pembongkaran tiang monorel direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026. Namun, jadwal tersebut dimajukan usai rapat pimpinan di Balai Kota Jakarta. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan percepatan dilakukan karena seluruh proses administrasi dan pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang telah rampung.

“Minggu ketiga rencananya dibongkar. Tapi pada rapat pimpinan kemarin, Pak Gubernur meminta agar minggu depan sudah dimulai. Jadi insyaallah hari Rabu, kalau tidak ada perubahan,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Menurut Heru, setelah pembongkaran selesai, Pemprov DKI Jakarta akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampil seragam dengan sisi barat jalan yang lebih dulu ditata. Di sisi timur jalan, pengaturan ulang akan mencakup badan jalan dan trotoar, termasuk penghapusan pemisahan jalur cepat dan jalur lambat.

Baca juga: Bye-bye Tiang Mangkrak! Pemprov Jakarta Bongkar Sisa Monorel Rasuna Said Mulai 2026

“Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalannya rapi, trotoarnya juga sudah baik. Sisi timur masih terkendala karena ada tiang monorel. Setelah dibongkar, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan pembongkaran tidak akan disertai penutupan jalan. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan agar kendaraan tetap dapat melintas selama pekerjaan berlangsung.

“Tidak ada penutupan jalan, hanya pengaturan lalu lintas atau semacam pengalihan arus,” ujar Syafrin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Syafrin menjelaskan, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said, sementara jalur cepat tetap dapat digunakan oleh kendaraan. Dengan pengaturan tersebut, arus lalu lintas diharapkan tetap berjalan normal selama proses pembongkaran.

“Di sana ada dua lajur, jalur lambat dan jalur cepat. Saat alat berat masuk, posisinya di jalur lambat, sementara jalur cepat tetap berfungsi,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *