Beritakota.id, Jakarta – Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi tuntutan karier, bisnis, dan ambisi mengejar kesuksesan, banyak orang justru merasakan kehampaan dan kehilangan arah hidup. Berangkat dari keresahan tersebut, Cinta Quran Foundation kembali menggelar Amazing Muharram 15 bertema “Reset Your Life” di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Mengusung semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, kegiatan ini mengajak masyarakat melakukan “reset” yang sesungguhnya, yakni memperbaiki hubungan dengan Allah sebagai fondasi menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Memasuki penyelenggaraan ke-15, Amazing Muharram diikuti ribuan peserta yang menyimak kajian inspiratif dari sejumlah tokoh nasional. Mereka diajak memahami bahwa ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya pencapaian duniawi, melainkan oleh kualitas hubungan dengan Sang Pencipta.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ustadz Fatih Karim, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, Pandji Pragiwaksono, Ivan Gunawan, Zaskia Adya Mecca, Ayana Jihye Moon, Harri Firmansyah, dan Ustadz Asep Supriatna. Acara juga dimeriahkan penampilan Raom Laode serta Dinan Salman Al Farisi.
Founder Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, mengatakan banyak orang merasa hidup semakin berat bukan karena persoalannya bertambah besar, melainkan karena terlalu lama berjalan tanpa memperbaiki arah hidup.
“Reset hidup bukan berarti mengulang semuanya dari nol. Yang perlu di-reset adalah hati kita. Saat hubungan dengan Allah diperbaiki, cara kita memandang masalah, rezeki, keluarga, dan masa depan juga akan berubah,” ujar Fatih Karim.
Ia menilai momentum Tahun Baru Islam merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah melalui amalan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak amal saleh, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.
Salah satu pembicara, Ivan Gunawan, mengaku tema Reset Your Life sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, kesibukan mengejar target sering membuat seseorang lupa menata kembali tujuan hidup.
“Kadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa bertanya, sebenarnya hidup ini mau dibawa ke mana. Buat saya, reset hidup itu berani berhenti sejenak, memperbaiki diri, lalu melangkah lagi dengan tujuan yang lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Cinta Quran Foundation juga meluncurkan program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna, sebuah gerakan pembangunan dan renovasi masjid maupun musala yang kurang layak di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan Masjid Nusantara.
Program ini menargetkan pembangunan dan renovasi 99 masjid yang masing-masing mengusung satu nama dari Asmaul Husna dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat.
Ivan Gunawan turut mengajak masyarakat menjadikan sebagian rezeki sebagai investasi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir.
“Rezeki yang Allah titipkan bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Akan lebih indah kalau sebagian bisa menjadi manfaat yang terus hidup, bahkan ketika kita sudah tidak ada,” ujarnya.
Tak hanya berfokus di Indonesia, Cinta Quran Foundation juga terus memperluas jaringan dakwah di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas. Setelah menghadirkan Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang, yayasan tersebut dijadwalkan meresmikan Masjid Al Ikhlas Centre di Edmonton, Kanada. Pengembangan pusat dakwah serupa juga direncanakan menjangkau Jerman dan Selandia Baru.
Dalam penyelenggaraan Amazing Muharram 15, Cinta Quran Foundation berkolaborasi dengan BCA Syariah. Khusus pada 12 Juli 2026, setiap donasi yang masuk untuk program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna memperoleh tambahan dana sebesar 10 persen dari BCA Syariah. Tambahan tersebut akan disalurkan untuk mendukung pendidikan santri binaan Cinta Quran Foundation.
Melalui Amazing Muharram 15, Cinta Quran Foundation berharap masyarakat tidak hanya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat hubungan dengan Allah, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat melalui gerakan wakaf dan pembangunan masjid di Indonesia maupun mancanegara. (***)

