Jakarta – Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026, pengelola Terminal Kampung Rambutan memastikan berbagai fasilitas dan posko telah disiapkan secara maksimal demi menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnaen, menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan unsur gabungan lintas instansi untuk memperkuat layanan selama periode arus balik.

“Di sini kami menyiapkan tiga posko pelayanan yang melibatkan polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pramuka, hingga Senkom. Ini untuk memastikan penumpang merasa aman dan nyaman,” ujar Revi, Minggu (22/3/2026).

Tak hanya fokus pada keamanan, terminal juga menghadirkan posko kesehatan yang melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta, hingga puskesmas setempat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik pemudik maupun pengemudi tetap prima selama perjalanan panjang pasca-Lebaran.

“Posko kesehatan kami siapkan untuk menjaga kondisi pemudik tetap sehat selama arus mudik dan arus balik berlangsung,” jelas Revi.

Ramcek Bus dan Fasilitas Tambahan

Dari sisi keselamatan transportasi, pengelola terminal juga melakukan ramp check (ramcek) secara berkala terhadap armada bus yang beroperasi. Pemeriksaan ini melibatkan unit pengujian kendaraan bermotor Pulogadung dan Sudin Perhubungan Jakarta Timur.

Selain itu, sejumlah fasilitas tambahan turut disediakan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Mulai dari ruang tunggu yang diperluas, ruang istirahat pengemudi, ruang laktasi, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kami ingin memastikan tidak hanya aman, tetapi juga nyaman bagi seluruh penumpang,” tambahnya.

Korlantas Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Sementara itu, Korlantas Polri mulai menyusun strategi khusus menghadapi arus balik dengan mengacu pada evaluasi selama periode mudik.

Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan volume kendaraan saat mudik yang diperkirakan juga akan terjadi saat arus balik.

“Pengalaman arus mudik ada peningkatan cukup signifikan. Dari 258 menjadi 270, sehingga arus balik juga harus kita antisipasi dengan baik,” ujarnya.

Fokus Kelancaran dan Keselamatan

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah dan pengelola transportasi berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam mengurai kepadatan sekaligus menjaga keselamatan pengguna transportasi.

Pemudik pun diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, mematuhi aturan perjalanan, serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan demi perjalanan yang lebih aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *